oleh

Yuk Bantu Penyelesaian Pembangunan Masjid dan Ponpes Nuu Waar

BEKASI | Maslahat Umat  — Pembangunan Masjid Nuu War beserta fasilitasnya mulai memasuki tahapan selanjutnya yakni lantai lima. Lantai lima ini nantinya akan menjadi kelas untuk Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Alhamdulillah, persiapan atap masjid serta penutupan dinding masjid,”kata Presiden AFKN, Ustaz Fadhlan Gharamatan, dalam pesan singkatnya, Sabtu (19/1/2021).

Ustaz yang terkenal dengan dakwah sabunnya ini kembali mengajak umat Islam untuk membantu guna penyelesaian pembangunan masjid. Saat ini, lanjutnya, pembangunan masjid masuk pengecoran tiang lantai 5. “Lalu dilanjutkan tiang lantai 6,”kata Ustaz asli Fak-Fak, Papua Barat.

Ustaz Fadlan mengungkapkan, ruang utama Masjid Agung Nuu Waar nantinya akan berada di lantai dua. Tak hanya difungsikan untuk pelaksanaan shalat, sebagian ruang masjid itu juga akan digunakan sebagai tempat belajar mengajar.

Perlu diketahui, Pondok Pesantren Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN), Bekasi selama ini menjadi pusat pendidikan Islam bagi santri asal Papua. Selain mendapatkan materi keagamaan, para santri juga diajari materi pendidikan umum.

Pemancangan tiang pertama Masjid Agung Nuu Waar dilakukan pada Sabtu (20/1). Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Muhammad Abdullah Al Shuaib didaulat meresmikan pemancangan pertama masjid yang berada di Pondok Pesantren Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) tersebut.

Desain masjid ini dirancang menyerupai bentuk ka’bah di Baitullah. Di masjid ini, terang Ustadz Fadhlan, aktivitas pembinaan generasi Muslim Nuu Waar akan ditempa.

“Di masjid ini mereka akan menghapal, menyetor hafalan, mempelajari, dan memperdalam Alqur’an,” tegas Ustadz Fadhlan. Sehingga kelak, mereka kembali ke Nuu Waar membawa bekal pemahaman Alqur’an yang baik untuk berdakwah di tengah masyarakat.

Presiden Yayasan Al Fatih Kaffah Nusantara (AFKN), Ustaz Fadhlan Gharamatan menargetkan pembagunan masjid bisa rampung pada tahun 2021. “Saat ini sudah 40 persen. Kita targetkan tahun 2021 sudah selesai. Selain masjid, Insya Allah kita juga akan menambah ruang kelas bagi para santri,” Katanya.

Berdasarkan pantauan Maslahat Umat, lantai pertama masjid sudah bisa digunakan untuk kegiatan ibadah Shalat berjamaah dan kegiatan lainnya. Apabila pembangunan masjid telah selesai, Ustaz Fadhlan berharap, masjid tersebut akan menjadi pusat kegiatan dakwah, juga sekaligis wisata religi bagi masyarakat.

“Masjid ini bentuknya seperti ka’bah. Selain itu juga akan menjadi tempat pelatihan Haji dan Umroh. Insya Allah juga akan bermanfaat bagi ekonomi masyarakat sekitar, ” Ujarnya.

Pembangunan Masjid Agung Nuu Waar sudah mencapai 40 persen. Lantai utama masjid sudah selesai dibangun dan sudah bisa digunakan untuk shalat. Dikatakan Ustaz, pembangunan masjid akan mencakup delapan lantai. Selain akan terdapat sarana santri untuk shalat maupun menghafal Alqur’an dan Hadits, juga akan tersedia sarana ruang-ruang belajar, ruang komputer, perpustakaan, dan laboratorium.

“Diharapkan dengan ruang belajar dan masjid berada dalam satu bangunan, membuat para santri tetap terjaga ibadahnya,” papar Ustaz.

Sementara untuk sarana ibadah, pelajaran pidato, maupun seminar santri dilakukan di sebuah aula tidak permanen yang terbuat dari rangka baja ringan. Itu pun dengan bertambahnya jumlah santri, sudah tidak bisa lagi menampung para santri putra dan putri.

Pemancangan tiang pertama Masjid Agung Nuu Waar telah dilaksanakan pada 20 Januari lalu. Prosesi pemancangan tiang pertama dihadiri Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syeikh  Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi. “Saat ini sudah 265 tiang terpancang, Semoga tiang-tiang pancang ini akan menjadi tiang-tiang penyelamat di titian shiratalmustaqim dan menjadi saksi rahmat dunia dan akhirat. “Serta menjadi teman setia di alam kubur,” kata Ustaz yang asli Fakfak ini.

Ustaz mengungkap, progres pembangunan lanjutan sudah dilakukan persiapan pekerjaan cakar ayam, lantai dasar, dan lantai utama masjid.”Nantinya, sarana masjid Agung Nuu Waar ini akan dilengkapi dengan sarana pendidikan santri ponpes Nuu Waar,” kata dia.

Ustaz berharap, akan lebih banyak umat Islam datang untuk ambil bagian dalam pembangunan masjid ini. Ustaz menyebut, Allah akan menjamin amal jariyah umat Islam dengan ganjaran yang berlibat dan tentunya akan mengantar keselamatan dunia dan akhirat.

Ia pun juga sangat berterima kasih kepada seluruh umat Islam yang ada di Indonesia, baik dari lembaga atau perorangan yang telah memberikan bantuan atau donasi untuk menunjang berbagai kegiatan yang ada Pesantren Nuu War saat ini.

Pesantren Nuu Waar

Selain Masjid, Pesantren Nuu Waar juga terus berbenah guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.  Pesantren Nuu Waar sendiri berdiri di atas lahan 32 hektare.

“Gedung 2 ini berukutan 25 x 80 meter. Terdiri dari lantai pertama peruntukan dapur, klinik, kedai, dan Lantai dua peruntukan ruang makan santri dan ruang guru,” papar Presiden Yayasan Al Fatih Kaffah Nusantara, Ustadz Fadlan Garamatan.

Hingga saat ini jumlah santri yang ada di Pesantren Nuu War sendiri  sudah mencapai 750 santri. Bahkan, penerimaan santri tahun Ini di Pesantren Nuu War mencapai 680 santri. Kebanyakan dari santri yang ada di Pesantren Nuu War ini masih di dominasi oleh santri yang berasal dari wilayah Papua dan sekitarnya.

Atas saran Penasehat Ustadz Fadzlan, kini santri AFKN bukan hanya dari Papua, tapi juga dari daerah lainnya, seperti Makassar, Riau, termasuk warga Bekasi sendiri.  Harapan ustaz Fadlan para santri ini selanjutnya bisa turun ke tanah Papua untuk berdakwah setelah lepas dari pesantren Nuu Waar. Saat ini, para santri yang berjumlah sekitar 500 orang ini belajar di ruang-ruang belajar sementara yang terbuat dari bilik bambu.

Ustaz Fadhlan Gharamatan pun menceritakan sedikit awal kisah tentang Pondok Pesantren Nuu War yang  didirikan pada tahun 1994 di daerah Pondok Hijau, Kota Bekasi. Pada awal Pesantren tersebut berdiri,  mereka hanya memiliki lima santri saja. Namun dari tahun ke tahun jumlahnya pun akhirnya semakin meningkat.

“Dulu kita tinggal di rumah Type 45. Santri nya pertama hanya lima orang, lalu bertambah jadi 12 orang, lalu 50 orang, hingga akhirnya 200 orang,” katanya.

Pada tahun 2012, Pesantren Nuu War pindah ke tempat baru yaitu di daerah Kampung Bunut, Desa Tamansari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Setelah mendapatkan amanah wakaf, infaq dan sodaqoh dari umat Islam yang ada di Indonesia.

Kata Ustaz Fadhlan, semua kegiatan pendidikan yang ada di Pesantren Nuu War ini secara gratis mulai dari SPP, pakaian, hingga makan dan minum. Menurutnya ini adalah amanah dari umat yang harus dijalankan.

Ia juga menjelaskan, bahwa seluruh santri yang di Pesantren Nuu War ini setelah lulus akan kembali ke Kampung halamannya dan membangun daerah mereka masing-masing. “Kita lakukan ini karena ini adalah Orang-orang yang harus kita bantu, demi masa depan mereka, masa depan orang tua mereka, masa depan kampung halaman mereka, dan terutama bangsa dan negara,” ujarnya.

Ustaz Fadhlan Gharamatan mengungkapkan terima kasihnya kepada para donatur yang telah memberikan donasinya terhadap pembangunan masjid ini. Harapannya, melalui donasi ini umat Islam turut membantu dalam melahirkan santri-santri asal pedalaman Nuu Waar (Papua) untuk menjadi generasi penerus NKRI.

Proses pembangunan Masjid Nuu Waar dalam tahap pengecoran lantai utama masjid. Untuk pengecoran lantai utama masjid diperlukan 665 kubik coran atau senilai 95 mobil molen berisi 7 kubik coran. Nilainya sekitar Rp 665 juta Sementara hingga pembangunan masjid selesai diperlukan dana sekitar Rp 10  miliar

Saat ini, para santri yang berjumlah sekitar 500 orang ini belajar di ruang-ruang belajar sementara yang terbuat dari bilik bambu. Sementara untuk sarana ibadah, pelajaran pidato, maupun seminar santri dilakukan di sebuah aula tidak permanen yang terbuat dari rangka baja ringan. Itu pun dengan bertambahnya jumlah santri, sudah tidak bisa lagi menampung para santri putra dan putri.

Pesantren Nuu Waar diharapkan akan mencetak kader penghafal Alquran. Pesantren yang diasuh Ustaz Fadhlan Gharamatan ini berharap akan lahir ribuan hafiz dari Nuu Waar (Papua). (des)

News Feed