oleh

Ya Habibana, Sang Pemberani

Oleh: Desastian | Pegiat Medsos

Maslahat Umat | Ya Habibana..Sejak diterpa fitnah keji, kau hijrah ke Tanah Suci untuk sementara, meninggalkan negeri jahiliyah, tempat kau dilahirkan dan dibesarkan.

Ya Habibana,,Sejak kau merindukan Tanah airmu tercinta, kau memutuskan pulang ke kampung halaman dg suka cita, disambut gembira para pembela yang mencintaimu.

Ya Habibana..Kutahu engkau tak ingin seperti Nabi Yunus as yg meninggalkan negerinya karena putus asa menghadapi kaumnya yang fasik. Lalu Tuhan menegurnya. Tubuh sang nabi itu ditelan ikan Paus yg besar. Di dalam perut ikan itu, ia menyadari kesalahannya seraya berdoa Lalaaha illa anta, subhanaka inni kuntum minazzolimin.

Ya Habibana.. Kutahu engkau tak aman berada di negerinya sendiri. Begitu banyak kaum pencela yg menginginkan kau celaka dan menderita. Bahkan kematianmu. Tapi kau tak hiraukan apa yang akan terjadi.

Ya Habibana..Kutahu engkau adalah pewaris Nabi yang Tuhan kirimkan kepada kami di negeri yg penuh dg kerusakan, korup dan tiada keadilan. Dengan penuh cinta, engkau ajari kami keberanian melawan kezaliman dan ketidakadilan. Engkau cegah kami melakukan maksiat dan kemungkaran. Engkau tunjuki kami jalan kebenaran dan jauhi kebatilan. Engkau tuntun kami menjadi manusia seutuhnya, bermoral dan berakhlak. Bahkan engkau ajak kami untuk siap membela agama, membela ulama, membela negara tercinta, hidup mulia dan merindukan mati syahid.

Ya Habibana ..
Kutahu engkau letih karena usiamu yg kian bertambah, rambut dan janggutmu yg telah memutih. Tapi kau tak pernah menunjukkan rasa lelahmu, lemahmu dan sakitmu. Engkau selalu bersemangat, begitu gagah, tak ada rasa takut hadapi firaun firaun kecil. Tak gentar hadapi aparat keparat, yg dilengkapi moncong senjata sekalipun.

Ya Habibana
Kutahu engkau masih berduka dg enam pengawal setiamu yg lebih dulu mjd syuhada. Tapi engkau hadapi dg jiwa tegar. Ia masih berharap hukum ditegakkan, pelanggaran HAM harus diungkap dg terang benderang. Meski nyatanya hukum diinjak injak, keadilan sdh sekarat, bahkan mati.

Ya Habibana
Para pencintamu selalu ingin menjagamu. Sejak engkau diintai dan diburu, kami selalu mencari informasi ttg kabarmu. Doa dan harapan kami, semoga engkau baik baik saja, sehat walafiat. Para pencintamu sedang menanti seruan jihadmu utk melawan kezaliman dan ketidakadilan. Tapi tidak engkau lakukan. Kau lebih memilih mentaati hukum yg sdh mati. Bertawakal sepenuhnys kpd Allah. Menyerahkan jiwa ragamu sepenuh hati.

Ya Habibana
Kutahu engkau mengetahui apa yg bakal terjadi. Engkau tak sembunyi dan bergerilya. Tapi Engkau hadapi anjing penguasa dg keberanian, tak peduli sesuatu akan terjadi.

Ya Habibana
Engkau bukan ulama yg lemah. Engkau bisa serukan pembelamu angkat senjata utk berjuang hingga tetas darah penghabisan, spt yg kau ajarkan pd kami. Tapi kau berpikir panjang. Kau pasang badan tuk menjadi martir bagi dirinya sendiri. Berkorban utk menghidari kerusakan yang lebih besar.

Ya Habibana
Maafkan kami jika tak becus menjagamu, membiarkanmu duduk di kursi pesakitan hingga berjam jam utk menjawab berjuta pertanyaan yg menyudutkanmu. Ya habibana, maafkan kami jika hanya menanti kabarmu di dunia maya sambil merebahkan badan. Tapi Doa kami selalu menyertaimu setiap saat.

Ya Habibana
Kutahu para pembencimu sedang bersuka cita dg statusmu sbg tersangka. Bahkan keadaanmu saat ini. Seolah engkau sosok pelaku kejahatan yg merugikan negara. Engkau dipaksa kenakan pakaian tersangka dg tangan terborgol. Tapi engkau tetap gagah sbg pejuang sejati.

Ya Habibana
Sejak engkau menyerahkan diri, kutahu engkau sdh menduga dirimu akan ditangkap dan ditahan. Tapi pesanmu yg kuingat, dakwah jgn pernah terhenti. Perjuangan utk membela agama, menegakkan amar maruf nahi mungkar jgn pernah lelah. Seolah engkau ingin mengatakan, jika Rasulullah Saw wafat, sesungguhnya Allah tdk mati, Islam akan tetap bercahaya. Dakwah Islam akan tetap bergema sepanjang masa. Mati satu tumbuh seribu.

Ya Habibana
Kutahu engkau merindukan syahid spt para ulama dan pejuang pendahulumu. Seolah takdirmu begitu dekat. Jika memang Tuhanmu menakdirkanmu gugur sbg syuhada, namamu akan tertoreh dg tinta emas yg akan dikenang generasi sepanjang zaman. Kau akan dikenang dan tercatat di dlm sejarah, sbg pejuang legendaris, pahlawan revolusi akhlak yg tak akan pernah terlupakan. Akan lahir generasi baru yg meneladani dan meneruskan perjuanganmu. Ketika anak cucumu ditanya siapakah pejuang amar marif nahi mungkar, pahlawan pembela agama, pembela kebenaran? Anak cucu kita akan menjawab:bu Habibana Habib Muhammad Rizieq Shihab. Dia adalah singa Allah akhir zaman yg pemberani. []

News Feed