oleh

Toleransi Terbalik

Oleh: Halimatu Sadiah, Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta

Maslahat Umat | Islam mengajarkan tasamuh (toleransi). Secara bahasa artinya membiarkan (menghargai). Allah SWT berfirman dalam surah al-Kafirun ayat 6 yang artinya, “Untukmu agamamu dan untuk kuliah agamaku. Dalam surah ini dijelaskan bagaimana cara kita bertoleransi dengan orang yang agamanya berbeda dengan kita.

Sebagai contoh tepat pada hari perayaan umat Kristiani, menjadi perdebatan di kalangan umat Muslim yang mengucapkan selamat hari raya natal. Saat ini konsep tasamuh belum benar-benar dipahami betul oleh kaum Muslim. Banyak kaum Muslim yang menghalalkan tasyabuh (meniru) dengan dalil tasamuh.

Dalam Islam, kita diajarkan Lailahaillalahu Muhammadu Rasullullahu, artinya kita bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Dari sini kita pahami, dengan mengucap lailahaillalahu, kita bersaksi bahwa tidak ada lagi Tuhan selain Allah. Maka, ketika kita mengucapkan selamat hari raya untuk umat agama lain, artinya kita mempercayai bahwa ada tuhan lain selain Allah SWT.

Hal ini pula bersinggungan dengan konsep pluralisme yang membenarkan bahwa semua agama itu benar. Padahal dengan kita berpikir seperti itu artinya ada keraguan akidah dalam diri kita. Bagaimana bisa kita meragukan Islam sebagai satu-satunya agama yang benar, padahal kita mengambil akidah Islam sebagai agama kita.

Permasalahan di atas adalah hasil dari cacatnya pemahaman kaum Muslim saat ini. Akibat dari tidak adanya sistem yang membantu pengarahan pemikiran agar sesuai dengan pemikiran Islam. Cacatnya pemikiran ini akibat ulah penjajah kafir, yang membenci Islam.

Toleransi Terbalik

Semakin seseorang taat dan menerapkan Islam secara kaffah dalam hidupnya, semakin ia disebut intoleran oleh sebagian orang. Dalam sistem saat ini, membalikkan pemahaman kaum Muslim seperti menghalalkan tasyabuh dengan dalil tasamuh. Sistem yang membebaskan seseorang berpikir hingga melanggar aturan syariah.

Padahal dalam definisi sendiri sudah jelas. Apalagi kita sebagai umat Islam seharusnya kita mau melakukan segala hal berdasarkan syariah. Islam bukan sekadar agama saja, Islam pula memiliki nizam (aturan) dalam berkehidupan. Islam mampu memberi solusi atas kemaslahatan umat. Dari bangun  tidur hingga bangun negara Islam memiliki pedomannya.

Maka dari itu, jangan sampai tanpa disadari, kita menggadaikan akidah kita hanya karena tidak enak dengan teman kita, atau pun karena sebuah pencitraan dan materi.  Maka, kembalilah kepada penerapan Islam secara kaffah agar hidup kita terarah dan juga selamat di dunia dan di akhirat. Tunjukkan pada Sang Khaliq bahwa kita tak akan pernah menduakan-Nya. []

 

News Feed