oleh

Tiga Tingkatan Urgensi dalam Kulliyat Al Khamsah

Oleh: Nabila Azkiya, Mahasiswi dari kampus STEI SEBI Depok

Maslahat Umat | Imam Asy Syatibi telah menjelaskan bahwa ada lima prinsip umum maqashid syariah atau yang lebih dikenal dengan istilah kulliyat al khamsah. Yaitu : hifdzu din (melindungi agama), hifdzu nafs (melindungi jiwa), hifdzu aql (melindungi pikiran), hifdzu maal (melindungi harta) dan hifdzu nasab (melindungi keturunan).

Dalam kelima prisip umum ini, ada tiga tingkatan urgensinya yang sesuai dengan tingkat maslahat dan kepentingannya. Dari tiga tingkatan, masing-masing tingkatan ada di dalam kelima prinsip umum maqashid syariahnya.

Apa saja kah tiga tingkatan urgensi di dalam kelima prisip umum maqashid syariah tersebut?

Pertama, dharuriyat. Yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi, jika tidak dipenuhi akan membuat kehidupan menjadi rusak.

Kedua, hajiyat. Yaitu kebutuhan yang sepantasnya dipenuhi, jika tidak dipenuhi akan mengakibatkan kesulitan.

Ketiga, tahsiniyat. Yaitu kebutuhan sebagai pelengkap, jika tidak dipenuhi akan membuat kebutuhan menjadi kurang nyaman.

Nah, setelah mengetahui tiga tingkatan urgensi yang ada di dalam kelima prinsip umum maqashid syariah, tentunya kita juga harus mengetahui apa saja contoh-contoh yang ada di setiap prinsip umum maqashid syariah dari tiga tingkatan tersebut.

Inilah beberapa contoh tingkatan urgensi dari setiap prinsip umum maqashid syariah (kulliyat al khamsah) :

  1. Hifdzu Din
  • Dharuriyat : Diwajibkan sholat lima waktu
  • Hajiyat : Diperbolehkan shalat jama’ dan shalat qashar (bagi orang yang sedang berpergian)
  • Tahsiniyat : Menutup aurat (baik waktu shalat maupun selain waktu shalat)

2.. Hifdzu Nafs

  • Dharuriyat : Makan untuk mempertahankan hidup
  • Hajiyat : Diperbolehkan berburu hewan atau mencari ikan dilaut
  • Tahsiniyat : Adanya adab makan dan minum
  1. Hifdzu Aql
  • Dharuriyat : Diharamkan minum minuman keras
  • Hajiyat : Dianjurkan menuntut ilmu pengetahuan
  • Tahsiniyat : Menghindarkan diri dari menghayal/mendengarkan sesuatu yang tidak berfaedah
  1. Hifdzu Maal
  • Dharuriyat : Larangan mengambil harta orang lain
  • Hajiyat : Disyari’atkan jual beli dengan cara salam (sistem order)
  • Tahsiniyat : Menghindari tindakan penipuan
  1. Hifdzu Nasab
  • Dharuriyat : Disyari’atkan menikah, diharamkan berzina
  • Hajiyat : Ditetapkannya mahar untuk suami pada saat aqad nikah dan diberikan hak talak
  • Tahsiniyat : Disyari’atkan khitbah atau walimah dalam pernikahan

Dari contoh di atas, kita dapat mengkategorikan contoh-contoh lain yang ada di dalam kehidupan kita. Apakah masuk di tingkatan urgensi dharuriyat, hajiyat, ataukah tahsiniyat. Semua telah diatur dan ditentukan dalam kulliyat al khamsah maqashid syariah.

Referensi

Dr. Oni Sahroni dan Ir. Adiwarman A. Karim, Maqashid Bisnis & Keuangan Islam; Sintesis Fikih dan Ekonomi, (Depok, RajaGrafindo Persada), cet. IV, tahun 2019.

https://www.kompasiana.com/amp/lismanto/ushul-fiqh-maqashid-al-syari-ah_55119a3f813311914dbc5fbd

News Feed