oleh

Tak Berjarak dengan Allah dan Al-Qur`an pada Masa Pandemi

Oleh: KH. Bachtiar Nasir

Dalam kondisi bagaimanapun kita tidak boleh jauh dari Allah apalagi dalam kondisi seperti saat sekarang ini, kita tidak boleh berpisah dengan Allah dan tidak boleh berjarak dengan al-Qur’an yang mulia. Al-Qur’an adalah obat dari Maha Penyembuh yaitu Allah Subhanahu wata’ala. Penjelasan tentang ini, di antaranya tertuang dalam  surah Fushshilat ayat 44 dan an-Nahl 69. Pada surah Fushshilat ayat 44, Allah berfirman:

قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاء

“Katakanlah: “Al-Qur`an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mu’min.”

Sementara itu, dalam surah An-Nahl ayat 69,  Allah Subhanahu wata’ala  bercerita tentang madu yang keluar dari lebah dan bisa menjadi obat:

يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاء لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (QS. An-Nahl [16]: 69) Dari perut lebah itu keluar minuman atau madu yang bermacam-macam warnanya.  Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia.

Menarik kalau kita tadabburi dua ayat tentang penyembuhan ini. Kalau Al-Qur’an, sudah menjadi penyembuh atau obat pada zatnya sendiri. Sementara lebah, yang menjadi obat hanya madunya, dan itu sudah terbukti. Walau belakangan sudah ada yang namanya terapi sengat lebah yang katanya juga mempunyai efek kejut di syaraf manusia sehingga memberikan rangsangan tersendiri serta kesembuhan untuk beberapa penyakit tertentu dan itu sudah disebutkan dalam Al-Qur’an.

Ibnu Qayyim pernah berkata, “Sesuatu yang disebutkan Allah Azza wajalla yang menyembuhkan tentu lebih utama daripada sesuatu yang disebutkan di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan.”

Al-Qur’an sendiri adalah syifaa` (obat). Sedangkan lebah adalah hewan yang mengeluarkan obat. Jadi, al-Qur`an yang zatnya sudah menjadi obat, itu lebih hebat daripada lebah yang mengeluarkan madu yang bisa menjadi obat. Jadi, lebah dirinya sendiri bukanlah obat yang sesungguhnya walaupun saya katakan tadi ada manfaat yang lain dari lebah. Dengan demikian, sesungguhnya yang disebut oleh Allah sebagai obat dalam madu lebah, tidaklah sedahsyat al-Qur`an yang disebut Allah sebagai obat.

Jadi,  social distance penting, tapi jangan sampai melakukan sosial distance dengan Allah Subhanahu wata’ala. Berjarak dengan manusia –dalam kondisi pandemi seperti saat ini—justru dianjurkan karena bisa mengurangi penyebaran dan penularan. Yang lebih penting lagi, mari lebih dekat dengan Allah dan Al-Qur`an!

Program khatam al-Qur`an dalam chanel AQL TV,  adalah sangat penting karena al-Qur`an adalah obat. Ketika kita mendengar ayat-ayatnya, bisa mempengaruhi sel sel tubuh kita dan mempegaruhi sel sel darah kita. Dan suara suara yg berulang itu bisa menimbulkan hal hal positif dan memberikan kekuatan iman untuk siap menghadapi kondisi kondisi lainnya. []

News Feed