oleh

Syariah Islam Pelindung Keutuhan Keluarga

Oleh: May Sinta | Mahasiswa UI

Maslahat Umat | Akhir-akhir ini banyak sekali berita tentang masalah yang terjadi antara anak dan juga orang tua. Jika diperhatikan lagi dalam kehidupan sekitar kita, banyak sekali anak-anak zaman sekarang yang melawan orang tua hanya karena hal sepele. Di antaranya yaitu berita yang cukup miris, yaitu anak membunuh orang tuanya hanya karena masalah harta dan warisan. Selain itu, di NTB ada seorang anak yang ingin memenjarakan ibu kandungnya sendiri hanya karena sepeda motor. Sebenarnya apa faktor yang menyebabkan hal tersebut banyak terjadi dalam kehidupan kita?

Dalam sistem sekuler ini, yaitu sistem yang memisahkan antara agama dan kehidupan wajar saja terjadi. Interaksi keluarga kini tidak dinilai sebagai interaksi yang berdasarkan kasih sayang melainkan interaksi yang bernilai materi yaitu hubungan yang diukur dengan untung dan rugi. Sejatinya hubungan antara orang tua dan anak merupakan hubungan yang memenuhi naluri kasih sayang sebagaimana agama telah mengaturnya.

Dalam kehidupan keluarga, salah satu sosok yang dapat kita contoh sebagai panutan dalam kehidupan keluarga yaitu kehidupan keluarga Rasullullah SAW. Beliau menyayangi istri dan anak-anaknya dengan tulus sebagaimana Allah perintahkan. Ada suatu kisah ketika sahabat Rasullullah bertanya “Ya Rasul, siapakah orang yang harus aku hormati di dunia ini.” Rasul menjawab, “Ibumu.” Kemudian dia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Rasul menjawab, “Ibumu.” “Kemudian lagi, ya Rasul,” ia bertanya lagi. “Rasul menjawab, “Ibumu.” Lalu, ia bertanya lagi; “Kemudian, setelah itu siapa, ya Rasul?” “Bapakmu,” jawab Rasulullah. Hal ini menandakan bahwa seorang anak mestilah menghormati orang tuanya terutama ibunya.

Hal ini juga tidak terlepas dari pengaruh nilai liberal atau nilai yang menjunjung tinggi kebebasan sehingga tidak ada lagi batasannya. Kebebasan dalam sistem sekuler ini malah menjauhkan aturan kehidupan dunia dari aturan kehidupan agama. Seperti pada kasus tersebut, anak dianggap bebas untuk melaporkan dan meminta ibunya untuk dipenjara. Padahal jika aturan kehidupan kita didasari dari aturan agama maka akan berlaku hukum syariat, anak dituntut untuk memuliakan ibunya sebagaimana Rasul telah ajarkan dan contohkan pada umatnya.

Maka dapat dikatakan nilai liberal atau nilai kebebasan tidak lagi menghadirkan penghormatan kepada ibu. Kebebasan tidak lagi menghasilkan ketenangan dan ketenteraman di antara hubungan keluarga. Nilai liberal malah menghasilkan generasi yang durhaka dan generasi yang jauh dari agamanya sendiri.

Karena definisi keluarga menurut agama Islam dapat diartikan sebagai keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah yaitu keluarga yang mampu memberikan ketenteraman dan ketenangan serta senantiasa memberikan kasih sayang. Keluarga Islam dapat dibentuk dengan membangun dan meningkatkan hubungannya dengan Allah SWT. Laki-laki dan perempuan yang ingin menikah hendaknya membangun akidah atau imannya kepada Allah SWT terlebih dahulu.

Dengan mantapnya iman dari masing-masing individu otomatis kedua pasangan akan senantiasa membangun rumah tangga mereka sesuai dengan perintah Allah dan tuntunan Rasullullah. Sehingga interaksi yang akan terbangun dalam keluarga tersebut juga bukan hanya tentang material dan tentang segala kebutuhan dalam kehidupan dunia melainkan juga tentang bagaimana suatu keluarga juga berorientasi pada kehidupan akhirat yang kekal. Selain itu juga, segala aktivitas dan interaksi yang akan diciptakan berdasarkan ridha Allah SWT.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir (QS. Al-Rum: 21)

Keutuhan institusi keluarga juga dipengaruhi oleh penerapan syariah Islam oleh institusi negara yang akan memastikan bahwa interaksi yang dilakukan di tengah masyarakat senantiasa berlandaskan dengan aturan Allah SWT. Sistem sosial, hukum, pun pendidikan dipastikan berlandaskan kepada AlQur’an dan sunnah, sehingga keutuhan keluarga akan terjaga dari pengaruh pemikiran sekuler liberal yang tidak bersumber dari akidah Islam. Maka, syariah Islam pelindung keutuhan keluarga. []

 

News Feed