oleh

Sudahkah Kita Menjadi Baik? Atau….

Ada dua pertanyaan penting yang perlu kita ajukan pada diri kita sendiri, sudah berapa lama kita hidup di dunia ini? dan sudahkah kita benar-benar mempersiapkan diri untuk kehidupan selanjutnya dengan sebaik-baik amal?

Maka jawabannya pun hanya ada pada diri kita sendiri yang tak mungkin kita berdusta dengannya, melahirkan sebuah renungan mendalam tentang seberapa siap kita mempersiapkan amal baik demi menjemput kematian yang sudah pasti kehadirannya.

Atau jangan-jangan justru lebih dari separuh dari usia kita ternyata terisi dengan tumpukan dosa dan maksiat kepada Allah?

Bisa jadi selama ini kita sudah merasa menjadi orang baik, merasa sudah menjalankan semua perintahnya dan meninggalkan semua larangannya, namun yakinkah kita semua itu sudah terbebas dari sifat riya, sum’ah, ujub atau bahkan takabur?

Entah kita sadari atau tidak, kita masih dilenakan oleh topeng kehidupan yang megah, namun seringkali kemegahan tersebut justru kosong dari nuansa ketaatan. Kita masih senang berbangga dengan tampilan luar yang mampu memukau setiap orang yang melihatnya.

Apakah kita merasa sudah memiliki segalanya di bumi fana ini?
Apakah karena sedikit harta yang Allah titipkan pada kita lantas membuat kita merasa bangga dan tinggi hati?
Karena sejatinya, harta itu halalnya pasti di hisab dan haramnya pasti di azab.

Bagaimana mungkin kita menjadi sombong dengan semua titipan itu?

Mari berhenti sejenak untuk melihat jauh kedalam diri dan hati masing-masing kita.

Mari melihat jauh kedalamnya, masihkah ada terselip benih-benih dosa yang menjadi tabir penghalang dikabulkannya doa-doa yang kita panjatkan. Mari sama-sama kita sadari, betapa kita ini hanya makhluk yang teramat lemah dengan segala kebodohan dan kefakiran.

Jika benar hanya kepada Allah saja kita bertawakal, mengapa kita masih sering ragu menatap masa depan? (Ummu Nazla)

 

Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat,
Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah..

Aku melihat hidup teman-temanku tak ada duka dan kepedihan,
Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri..

Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian,
Ternyata ia begitu menikmati badai hujan dalam kehidupannya..

Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna,
Ternyata ia hanya berbahagia menjadi apa adanya..

Aku melihat hidup tetanggaku beruntung,
Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung..

Setiap hari aku belajar memahami dan mengamati setiap hidup orang yang aku temui..
Ternyata aku yang kurang mensyukuri nikmatMu..

Bahwa di belahan dunia lain masih ada yang belum seberuntung yang aku miliki saat ini….
Dan satu hal yang aku ketahui, bahwa Allahu Rabbi tak pernah mengurangi ketetapanNya.
Hanya aku lah yang masih saja mengkufuri nikmat suratan Ilahi…
Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rezeki orang lain..
Mungkin aku tak tahu dimana rezekiku.. Tapi rezekiku tahu dimana diriku..

Dari lautan biru, bumi dan gunung, Allah Ta’ala telah memerintahkannya menuju kepadaku…
Allah Ta’ala menjamin rezekiku, sejak 4 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku..
Amatlah keliru bila bertawakkal rezeki dimaknai dari hasil bekerja..
Karena bekerja adalah ibadah, sedang rezeki itu urusan-Nya..

Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda..
Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati..
Mereka lupa bahwa hakekat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya.

Rezeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, Allah menaruh sekehendak-Nya..

Diulang bolak balik 7 kali shafa dan marwa, tapi zamzam justru muncul dari kaki sang bayi, Ismail ‘alayhissalam
Ikhtiar itu perbuatan.. Rezeki itu kejutan..
Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rezeki akan ditanya kelak..
“Darimana dan digunakan untuk apa”

Karena rezeki hanyalah “hak pakai”, bukan “hak milik”…

Halalnya saja dihisab..dan haramnya diadzab..

Maka, aku tidak boleh merasa iri pada rezeki orang lain..
Bila aku iri pada rezeki orang, sudah seharusnya juga iri pada takdir kematiannya…. Astaghfirullah…

News Feed