oleh

Ramadhan Bukan Bulan Biasa, Jangan Jadi Orang yang Merugi!

“Barang siapa yang hari-harinya di dunia sama, maka dialah orang yang tertipu. Dan barang siapa yang esok harinya lebih jelek dari hari ini, maka dialah orang yang merugi.”Hasan bin Ali radhiyallahu’anhuma

Ramadhan bukanlah bulan biasa, ia merupakan bulan istimewa dalam Islam dengan beragam keutamaan yang tidak bisa didapatkan bulan-bulan yang lainnya. Keutamaan yang luar biasa di bulan Ramadhan ini, tentunya tidak bisa diraih dengan usaha yang biasa-biasa saja.

Jika kita berkaca kepada para ulama salaf, kita akan dapati beragam kisah tentang kesungguhan mereka dalam mempersiapkan diri guna menyambut datangnya Ramadhan. Bahkan disebutkan enam bulan sebelum datangnya Ramadhan, pipi mereka selalu basah lantaran tangisan di tiap doa agar bisa bertemu Ramadhan. Ditambah enam bulan berikutnya mereka selalu mengangkat tangan bermunajat agar puasa yang akan dikerjakan kelak diterima oleh Allah SWT.

Selain itu, Rasulullah SAW adalah orang yang paling banyak puasanya pada bulan Sya’ban. Beliau telah mengajarkan kepada kita bagaimana agar kita bisa mempersiapkan fisik dengan baik selama Ramadhan dengan memperbanyak Puasa sunnah, tilawah Al-Qur’an, shalat malam dan ibadah lainnya.

Semua persiapan tersebut dilakukan agar kita bisa menjalani Ramadhan ini dengan ringan, bersemangat, dan bersungguh-sungguh. Selain itu, kita berharap agar bisa menjadi alumni Ramadhan, yang dapat membekas pada 11 bulan berikutnya dan juga termasuk dalam golongan yang disebutkan oleh Nabi:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kita juga memohon taufik dan hidayah kepada Allah, agar terhindar dari segala aktifitas yang bisa mengurangi atau bahkan menghanguskan semua pahala puasa kita. Golongan yang berpuasa namun hanya mendapat lapar dan dahaga, seperti dalam sebuah hadits:

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ

“Betapa banyak orang berpuasa yang hanya memetik lapar dan dahaga (tidak mendapatkan pahala).” (HR. Ibnu Majah, Syaikh al-Albani berkata, “Hasan shahih.”).

Maka pertanyaannya adalah, akan termasuk golongan manakah kita? Apakah golongan yang diampini dosa-dosanya? Atau golongan yang berpuasa namun tak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga? Semua berpulang kepada diri kita masing-masing dan taufik serta hidayah dari Allah SWT. (Ummu Nazla)

News Feed