oleh

Ragu Kentut atau Tidak, Batalkah Shalatnya?

Diasuh oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

Maslahat Umat | Ustadz, saya mau bertanya,  Rasulullah Saw bersabda: ” Apabila salah seorang dari kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya, apakah telah keluar sesuatu atau tidak, maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya”.(HR.Muslim).

Bagaimana apabila suatu hari kita diluar sholat sangat sering buang angin (mungkin karena makanan tertentu), sehingga harus wudu berkali-kali sebelum sholat. Lalu saat sholat kita beberapa kali menahan buang angin. Bahkan mungkin sempat membatalkan sholat karena tidak bisa ditahan. Sehingga mengulang sholat (masbuk , saat berjamaah)?

Kalimat dalam hadits Rosulullah Saw tsb, “jika tidak mendengar suara dan bau” padahal mungkin ada angin yang keluar, bagaimana ya Ustadz?

Jawaban

Hadits ini mengajarkan agar kita tidak terburu-buru mengambil keputusan: batal atau tidak?

“Sampai terdengar adanya suara dan bau,” bukan berarti sebagai syaratnya. Jadi, suara dan bau bukan syarat menunjukkan batal, tapi YAKIN telah buang angin, itulah yang menjadi ukurannya. Suara dan bau hanya petunjuk sekunder, sebab banyak orang yang buang angin tanpa suara dan bau.

Oleh karena itu Imam an Nawawi Rahimahullah mengatakan: Maknanya adakah dia tahu adanya salah satu dari kedua hal itu, tapi MENDENGAR dan MENCIUM bukanlah syarat, menurut ijma’ kaum muslimin. (Syarh Shahih Muslim, 4/49)

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah mengatakan: Mendengar suara dan mencium bau bukanlah syarat dalam masalah ini, tetapi yang dimaksud adalah MUNCULNYA KEYAKINAN telah keluar sesuatu darinya. (Fiqhus Sunnah, 1/52). Demikian. Wallahu a’lam.

News Feed