oleh

Pesan Ketua MUI Sumbar untuk Menag Baru

Sumbar | Maslahat Umat — Presiden telah menggunakan haknya untuk mendudukkan saudara sebagai Menag, namun itu bukan berarti saudara sekaligus menjadi penentu keabshahan ajaran suatu agama.

Demikian dikatakan Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa dalam siaran persnya belum lama ini.

Dikatakan Buya, hak warga negara mendapatkan perlindungan, tidaklah berarti mereka juga berhak untuk merusak ajaran agama. Negara harus hadir melindungi ajaran agama itu sendiri dari berbaga penyesatan.

“Pernyataan saudara Menag tentang afirmasi kaum Syiah dan Ahmadiyyah sebagaimana tersebar dalam berbagai media online, bukanlah suatu sikap yang bijak dan adil bila mengabaikan sikap yang telah dilahirkan oleh Majelis Ulama Indonesia,” tegas Buya.

Menag yang baru diingatkan, bahwa saudara sekarang adalah Menag RI, bukan lagi pimpinan suatu ormas. Karena itu, saudara Menag harus bisa menghargai dan menghormati keputusan lembaga keagamaan yang telah melahirkan berbagai keputusan yang terkait dengan agama tertentu.

“Kalau keinginan saudara ingin mewujudkan kebersamaan, pernyataan saudara tersebut malah akan berakibat sebaliknya karena ulama tak akan diam dengan penyesatan yang terjadi di tengah umat,” kata Buya.

Sebagai penutup, dengan mengambil petunjuk ungkapan Umar ra, bahwa penguasa menjadi bala (ujian) bagi rakyat dan rakyat adalah ujian bagi penguasa, kami berdoa semoga kita semua lolos dari ujian berat ini. (des)

News Feed