oleh

Pentingnya Belajar Agama

Oleh: Eva Erfiana, Alumni Universitas Gunadarma

Maslahat Umat | Pernahkah kalian bertanya-tanya mengapa pendidikan agama sejak SD, SMP, SMA tidak berhasil membentuk kepribadian Islam kepada para pemuda-pemudinya? Karena kebanyakan dari kita beranggapan Islam hanya sekadar taklim, berbagi ilmu pengetahuan saja, tanpa dipastikan aplikasi atau implementasinya.

Contohnya meteri tentang keharusan seseorang yang sudah baligh untuk menutup aurat. Tetap saja setelahnya tidak melakukan perubahan atau pada akhirnya cuma sekadar menggunakan kerudung karena aturan sekolah. Apalagi jika pelajaran PAI hanya didapatkan seminggu sekali dengan waktu 2 jam. 2 jam merupakan waktu yang terbilang singkat. Namun, akankah dalam waktu 2 jam itu dilakukan dengan serius? Tidak ada yang tahu bukan.

Kembali pada diri masing-masing, ingin menerima atau tidak. Pada akhirnya dari apa yang kita terima akan membentuk kepribadian kita. Maka dari itu, ada baiknya setelah menerima ilmu, langsung diterapkan sebagai wujud kalau kita sudah memahami betul materi yang didapatkan dan pada akhirnya akan membentuk kepribadian kita di kemudian. Sehingga tak salah, kalau pengaruh yang diterima sedikit atau mungkin tidak ada sama sekali.

Jika beranggapan taklim hanya menerima materi yang disampaikan, lalu dihafalkan dan bisa menjawab saat ulangan untuk evaluasi tanpa memastikannya benar-benar sudah dipahami atau tidak pelajaran itu sampai ke penerapannya. Padahal ilmu tidak hanya dipelajari, dimengerti dan dihafalkan, tetapi juga dipahami, diamalkan dan disampaikan. Coba tanyakan kepada diri sendiri, bagaimana kamu menganggap Islam? Apakah hanya sekadar agama ritual saja yang mengatur dalam beribadah atau karena agama nenek moyang? Jadi sekadar ikut-ikutan karena memang sudah keturunan.

Jawabannya yang benar adalah Islam merupakan agama sempurna yang rahmatan lil alamin. Yang mengatur segalanya, mulai dari bangun tidur hingga kembali terlelap. Dan melalui perputaran waktu, kita dapat melihat malam dan siang sebagai bentuk keyakinan kita akan adanya Allah SWT sebagai Sang Maha Pengatur. Perlu diketahui juga tidak sampai di situ kalau Islam juga mengatur urusan personal, seperti makanan haram halal, bagaimana kita berinteraksi dengan lawan jenis, hingga urusan ekonomi. Seperti mengatur perekonomian dengan aturan Allah SWT dan masih banyak lagi.

Sebagaimana firman Allah SWT, “Sesungguhnya Tuhan kamu Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ’Arsy untuk mengatur segala urusan. Tidak ada yang dapat memberi syafaat kecuali setelah ada izin-Nya. Itulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?” (T.Q.S. Yunus 10:3)

Maka, kita harus berpikir lagi dan juga meyadari bahwa Islam bukan sekadar agama ritual saja, tapi juga sebagai pedoman yang memiliki aturan untuk mengatur kehidupan hambanya.

Pada masa khilafah, pendidikan begitu diperhatikan dengan tujuan meningkatkan pemahaman umat terhadap agama, sains dan teknologi. Menakjubkannya lagi itu semua bisa didapatkan gratis. Pada akhirnya dalam Islam, pendidikan tidak semata-mata untuk menghasilkan sumber daya manusia yang mahir dalam satu bidang saja, tetapi untuk memelihara sekaligus meningkatkan keimanan serta keterikatannya dalam syariat Islam.

Indikatornya adalah bahwa anak didik dengan kesadaran yang dimilikinya telah berhasil melaksanakan seluruh kewajiban dan mampu menghindari segala kemaksiatan kepada Allah SWT. Akhirnya perlu ditegaskan pentingnya mempelajari dan menyadari bahwa ilmu Islam tidak hanya melalui sekolah saja. Peluang untuk menuntut ilmu tersebar sangat luas. Seperti kita bisa mengikuti kajian rutin mingguan atau dengan membaca buku.

Jadi, sangat penting bagi kita untuk mempelajari agama agar nantinya lahirlah pemikiran yang akan membentuk pola tingkah seseorang. Jika baik pemahaman agamanya, maka perilakunya juga pasti akan baik. Maka, mempelajari agama adalah suatu kewajiban bagi setiap Muslim, karena agama yang mampu menjadikan mereka seseorang yang cerdas dan beriman. Dengan pemahaman agama yang mendalam akan menjadikan perilaku mereka terarah dan jauh dari hal yang sia-sia.

Agama adalah hal utama dalam hidup manusia. Agama akan memcetak manusia yang kuat dan bertakwa, serta berkepribadian luhur. Hal itu karena agama adalah aturan hidup manusia. Maka, pendidikan agama itu pula seharusnya menjadi pelajaran yang memang tidak boleh dipisahkan dari yang lainnya. Karena dalam setiap pembelajaran tentu senantiasa memiliki kesinambungan dengan hukum Allah, yang pada akhirnya sebagai proses juga untuk meningkatkan keimanan kita.

Seperti dalam pelajaran Biologi, dengan mempelajari struktur tubuh manusia kita tahu bahwa manusia serba terbatas dan ada Allah yang menciptakan kita. Jika ingin mencetak generasi unggul pembawa perubahan, sangatlah penting untuk belajar agama. Para generasi bangsa disemai di sekolah dan pembelajaran materi yang baik akan menjadikan mereka tumbuh dan berkembang dengan baik.

Jadi, jangan pernah bosan untuk mempelajari Islam. Tidak lupa diiringi dengan penerapan supaya tidak berlalu ilmu yang sudah didapat. Sangat disayangkan jika waktu yang sudah kita luangkan untuk mendengarkan materi tapi hilang kemudia hari, hanya disimpan sebagai ilmu tapi gagal membentuk kepribadian. []

News Feed