oleh

Pemuda Peradaban Penggerak Perubahan

Oleh: Daimah Fauziah Ningrum, Mahasiswi Kota Depok

Maslahat Umat | Pilar peradaban masa depan disematkan kepada para pemuda, karena darinya lahir gagasan-gagasan yang akan berperan sangat penting dalam menentukan keberlangsungan dan arah masa depan.

Semangat reformasi yang sedianya sarat dengan independensi sikap politik, tampaknya makin hilang di era pemerintahan sekarang. Begitu pun dengan substansi demokrasi yang digadang-gadang sebagai sistem politik ideal. Semuanya terbukti hanya ada dalam khayalan. Tengok saja, rezim penguasa terus berusaha tampil dengan wajah humanis, namun kebijakan yang dikeluarkan malah terkesan otoriter. Tak terkecuali di masa pandemi ini yang entah selesai sampai kapan. Rakyat semakin tak punya banyak pilihan, selain menerima keadaan yang kian mengenaskan. Bahkan dari hari ke hari, rakyat harus melipatgandakan kesabaran, karena berbagai kebijakan zalim yang terpaksa harus  mereka terima.

Begitu pun keadaaan para pemuda kita saat ini. Berbagai kerusakan telah menimpa mereka generasi penerus bangsa para pemuda peradaban. Dari permasalahan pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba dan tawuran mewarnai genarasi masa depan ini. Tingkat aborsi akibat pergaulan bebas sangat tinggi, ditambah dengan berkurangnnya pengawasan dan perhatian keluarga dan tiadanya peran negara dalam hal ini. Disinyalir sebanyak 62,7%, siswi SMP mengaku pernah berhubungan intim diluar pernikahan (survei Komnas Perlindungan Anak). Sungguh miris memang.

Maka pada titik ini kita pun bertanya “Why?” Apa akar masalah dari semua kerusakan yang terjadi pada generasi bangsa ini yang juga banyak menimpa generasi Muslim yang seharusnya menjadi generasi emas peradaban cemerlang?

Para ahli angkat bicara berkontribusi mencari solusi beberapa mengatakan pengondisian soal lingkungan, lainnya berpendapat perlu pengawasan keluarga terkait apa yang mereka konsumsi sebagai tontonan dan bacaan? Solusi selain dialamatkan pada pendidikan, agama, ekonomi. Namun tahun ke tahun semakin memprihatinkan bahkan generasi muda Muslim semakin banyak menjadi korban berbagai kerusakan.

Di antara solusi tadi ada satu solusi dari para ahli yang itu jarang dibahas, yaitu solusi sistemis. Karena permasalahan yang banyak menimpa generasi ini adalah permasalahan sistemis. Sudut pandang yang diambil seharusnya ke arah sistem karena kerusakan-kerusakan tadi hanyalah buah dari persoalan utama yaitu diterapkannya sistem kapitalisme-neolib yang berasaskan sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan) dalam meniti kehidupan.

Seharusnya sebagai generasi emas penerus bangsa yaitu pemuda peradaban agent of change  butuh sudut pandang untuk menimbang mana yang benar dan mana yang salah, sehingga mampu mem-filter berbagai permasalahan dan  kerusakan yang terjadi di sekitarnya.

Maka, sebagai agent of change penerus bangsa sudah sepatutnya mengetahui manakah standar baik buruk yang benar? Apa lagi sebagai seorang pemuda Muslim, ketika ditanya apa standar dari perbuatanya? Tentu akan menjawab standar baginya adalah aturan yang diturunkan oleh-Nya, sehingga pemuda Muslim akan selalu menggunakan kacamata Islam untuk memandang, menimbang dan memutuskan segala perkara dalam hidupnya. Jika sebagai pemuda Muslim enggak menggunakan Islam sebagai worldview, sudah lah pasti kita akan pakai worldviewnya orang-orang sekuler atau liberallah yang jadi pilihannya.

Jadi, sudah sejauh mana sih pemuda Muslim mengakui Islam sebagai sebuah Ideologi yang mengatur segala lini kehidupanya dan siap menjadi pemuda peradaban penggerak perubahan agent of change? Dan bangga menggunakan kacamata Islam dalam setiap sendi kehidupan? Dan kenapa harus pemuda?

Karena pemuda merupakan poros peradaban, mari sama-sama bergerak agar sama-sama pula kita memberi dampak. Oleh karenanya, meski sistem hari ini (sekuler-kapitalis) terus berupaya menghalangi pergerakan pemuda, untuk ‘melanjutkan kehidupan Islam’, hal itu justru harus menjadi visi pergerakan pemuda hari ini.

Visi inilah yang akan memberi jalan keluar ke arah kebangkitan hakiki. Sepatutnya pemuda Muslim bergerak bersama kelompok yang konsisten memperjuangkan Islam. Bersama mereka bergerak mencerdaskan umat bahwa Islam adalah sistem kehidupan. Tanpa kekerasan. Sungguh, Islamlah satu-satunya jalan sekaligus arah perubahan. Karena Islam adalah jalan kebenaran sekaligus rahasia kebangkitan umat selama belasan abad lamanya, yakni saat mereka hidup dalam naungan sistem Islam. []

 

News Feed