oleh

Pemuda Class Up

Oleh:  Isra Novita, Mahasiswa Universitas Indonesia

Maslahat Umat | Pernyataan “Muda hura-hura, tua kaya raya, mati masuk surga” seakan menjadi impian setiap pemuda masa kini. Merasakan kenyamanan tanpa tahu arti perjuangan seumur hidup tentu merupakan hal yang menyenangkan dan hidup pun tidak dihantui dengan rasa beban yang berat. Namun, apakah benar kehidupan seorang manusia terutama pemuda bisa dijalankan seperti itu? Bagaimana dengan pemuda yang tidak memiliki prinsip hidup? Apakah mereka benar-benar bisa menjalankan kehidupan bahagia sebagai keinginannya pada slogan/pernyataan di atas?

Pada kenyataannya, pemuda saat ini menjadi bagian dari masalah, bukan solusi dari permasalahan. Mareka sedang terjangkit masalah murahaqah yang artinya kedunguan atau kebodohan, kejahatan dan kezhaliman, serta gemar melakukan kesalahan yang harus banyak dimaklumi dan generasi yang masih labil. Tentu permasalahan ini sangat mengkhawatirkan dan dapat berdampak buruk pada kehidupan maupun peradaban manusia. Kenyataan ini juga sangat bertolak belakang dengan potensi yang dimiliki oleh seorang pemuda.

Sesuai dalil dalam Surah ar-Rum ayat 54 yang menjelaskan tentang fase kehidupan manusia. Fase hidup manusia dimulai dari masa anak-anak yang lemah, lalu dilanjutkan dengan masa muda yang kuat dan dilanjutkan dengan masa tua yang lemah kembali. Dari dalil ini dapat kita pahami bahwa masa muda ialah masa yang kuat karena maksimalnya potensi dan kekuatan. Bahkan Rasulullah SAW sangat mengagungkan dan sangat membanggakan peran pemuda.  Pada salah satu riwayat dinyatakan, “Aku ditolong oleh pemuda dan dikhianati oleh para orang tua.” Dalam riwayat tersebut, Rasulullah SAW menegaskan peran serta potensi pemuda yang sangat besar.

Dalam Qur’an Surah al-Kahfi ayat 13, Allah SWT juga menjelaskan tentang kelebihan pemuda di antaranya pemuda lebih mudah menerima kebenaran dan petunjuk, pemuda yang paling banyak menerima dakwah Nabi pada permukaan dakwah di Makkah adalah para pemuda, serta kalangan tua cenderung sulit menerima perubahan karena mereka cenderung sombong dan tetap pada kebatilan. Kelebihan-kelebihan ini seharusnya membentuk peran yang besar serta lebih baik untuk umat dan peradaban.

Adapun karakteristik pemuda dalam Islam di antaranya ialah Agent of Change (pengemban dakwah), kritis, cerdas, berwawasan luas, bersikap dan berpikir islam, bercita-cita tinggi yakni sukses dunia dan akhirat, totalitas dalam berjuang untuk Islam, peka dan solutif dengan masalah umat (social control),  kuat dan berani menyatakan yang benar, serta menjadi pribadi yang sedikit tidur pada malam hari, bermunajat kepada Allah, tapi siang hari seperti kesatria yang sangat produktif.

Pemuda Muslim pun seharusnya memiliki beberapa hal penting untuk mewujudkan pemuda yang berdampak bagi peradaban umat, di antaranya memiliki akar akidah Islam yang kuat, paham Islam secara kaffah, tumbuhkan dan pupuk kerinduan pada jannah, konsisten untuk  berdakwah, tetap berjamaah untuk melakukan visi dakwah, serta memiliki kekritisan dalam berpikir.

Beberapa hal penting yang seharusnya dimiliki oleh para pemuda untuk mengatasi permasalahan yang terjadi terutama di tengah para pemuda. Hal ini juga banyak dicontohkan oleh para pemuda pada masa Rasulullah SAW yakni para sahabat yang konsisten dan istiqamah untuk berjuang bersama Rasulullah SAW, sehingga perjuangan tersebut berdampak besar dalam peradaban umat manusia.

Semakin jelas bahwa sebenarnya pemuda ialah modal besar untuk mewujudkan peradaban gemilang bahkan seharusnya dapat menjadi solusi bagi permasalahan umat saat ini, bukan malah jadi sumber atau masalah itu sendiri. Kembali membahas fakta saat ini, tentu kondisinya masih jauh dari kata ideal. Pemuda yang seharusnya menjadi penggerak solusi umat justru memperlihatkan fakta yang sebaliknya.

Hal ini juga  dipengaruhi oleh kondisi umat yang masih jauh dari sistem kehidupan Islam. Kebebasan dan pandangan manusia diutamakan tanpa ada perhatian terhadap perintah Allah SWT yang sesuai dengan fitrah manusia. Sistem kehidupan yang memisahkan agama dari kehidupan menjadi akar permasalahan ini, sehingga kehidupan umat manusia saat ini dijauhkan dari pemuda yang penuh solusi untuk peradaban umat.

Untuk mewujudkan sistem kehidupan Islam agar kehidupan yang sesuai fitrah dapat diwujudkan, tentu pemuda sebagai umat Islam harus mengambil peran dan berupaya untuk mewujudkan ide Islam. Sebagai langkah awal untuk mewujudkan kehidupan Islam, para pemuda  seharusnya mengambil peran dengan cara mengkaji Islam secara intensif agar semakin mengenal Islam yang ideal untuk menjadi sistem dalam kehidupan, membiasakan diri untuk berdiskusi serta berliterasi, berkomunitas kebaikan, taqarrub ilallah, senantiasa upgrade diri dengan Islam dan disiplin. Maka, upaya untuk mewujudkan kehidupan Islam semakin besar. Wallahu a’lam. []

News Feed