oleh

Para Utusan Allah dan Kaumnya

Maslahat Umat | Ingatlah, ketika suatu kaum menyembah berhala, Tuhan mengutus Nabi Nuh as untuk menyampaikan keesaan Yang Maha Pencipta. Tapi yg diterima Nuh as adalah olok2 kaumnya yg durjana. Bahkan putranya sendiri bagian dari kaumnya yg mendustakan.

Dan ingatlah, ketika Raja Namrud menuhankan patung besar dan berbuat sesuka hatinya, Tuhan mengutus Nabi Ibrahim as utk menghancurkan berhala-berhala sembahan manusia. Tapi Ibrahim as diancam dibakar oleh sang penguasa lalim.

Juga ingatlah, ketika Raja Fir’aun mengaku dirinya Tuhan dan berbuat zalim kepada kaum Bani Israil, lalu Tuhan mengutus Nabi Musa as untuk menyadarkan dan memperingatkan dg berbagai bencana. Tapi Musa as dan pengikutnya terusir dan dikejar bala tentara Firaun utk dibantai sejadi jadinya.

Ingatlah, ketika suatu kaum berbuat curang dalam timbangan, Tuhan mengutus Nabi Syuaib as utk mengingatkan kaumnya. Tapi sang Nabi dihardiknya.

Lagi2 ingatlah ketika suatu kaum berbuat dosa besar yg blm dilakukan kaum sebelumnya, suka dg sesama jenis, lalu Tuhan mengutus Nabi Luth as utk menyadarkan kaumnya yg melampaui batas. Tapi sang Nabi direndahkan dg celaan kaum pencela. Bahkan dikhianati oleh istrinya sendiri.

Dan ingatlah, ketika kaum Quraisy menyembah berhala dan melakukan perbuatan jahiliyah, Tuhan mengutus Nabi Muhammad Saw utk menyampaikan keesaan Tuhan dan Revolusi Akhlak. Tapi Sang Nabi harus menghadapi segala bentuk hinaan dan ancaman pembunuhan dari kaumnya.

Para utusan itu merasakan ujian dan cobaan yg sama. Mereka diperlakukan secara tidak manusiawi. Ketika peringatan2 itu diabaikan oleh kaumnya, para Nabi itu mengadu dan berdialog pd Tuhannya. Mereka tak kuasa dan tak berdaya menghadapi kaumnya yg semakin melampaui batas.

Para Nabi itu menyadari ketakberdayaannya menghadapi penguasa dan kaumnya yg mendustakannya. Ketika itulah tugas para Nabi diambil alih oleh Tuhan utk membinasakan kaumnya dg azabnya berupa bencana bencana.

Sejarah kembali terulang. Ketika ketidakadilan dan keburukan demi keburukan dilakukan penguasa, ulama yg merupakan pewaris Nabi mengingatkan agar hukum dan keadilan ditegakkan. Tapi yg diterima adalah celaan, hinaan, dikriminalisasi, dikebiri, dibungkam, bahkan diancam dan dijadikan target dg segala cara keji.

Sepertinya Tuhan akan mengambil alih tugas para pewaris Nabi, spt para nabi sebelumnya. Karena tugas penyeru hanyalah menyampaikan yg haq dan meluruskan yg batil. Jika Tuhan dan bala tentaranya sdh turun tangan, bukan tdk mungkin bencana besar semakin dekat. Hanya Tuhan yg tahu. Sementara manusia tak menyadari dirinya akan dibinasakan suatu saat kelak.

Itulah kisah para Utusan Tuhan yg menerima perlakuan yg sama dari kaumnya. Ingatlah kaum yg melampaui batas akan cilaka dan dibinasakan Tuhan utk diganti dg generasi yg lebih baik. Sejarah akan terulang. Percayalah yg haq akan menang, yg batil pasti musnah. (des)

News Feed