oleh

Negeriku di Akhir Zaman

Maslahat Umat | Lebih dari 1400 tahun yang lalu Rasulullah SAW telah banyak menggambarkan tentang bagaimana kondisi umat akhir zaman.  Beberapa hadist diantaranya seperti  menggambarkan kondisi yang sangat identik dengan realita yang sedang dialami oleh Umat Islam di NKRI saat ini.

  • Penguasa (Rezim) yang Penipu

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda: “Akan datang ke pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan, saat itu pendusta dibenarkan, orang yang benar justru didustakan, pengkhianat diberikan amanah, orang yang dipercaya justru dikhianati, dan Ar-Ruwaibidhah berbicara.”

Ditanyakan: “Apakah Ar-Ruwaibidhah?”

Beliau bersabda: “Seorang laki-laki yang bodoh (Ar Rajul At Taafih) tetapi sok mengurusi urusan orang banyak.” (HR. Ibnu Majah No. 4036. Ahmad No. 7912. ).

  • Penjaga Keamanan yang Tidak Amanah & Dibenci Allah

Hadist ini sangat nyata dengan apa yang sedang kita hadapi sekarang ini, dimana petugas keamanan yang dipercayakan rakyat untuk melindung kedaulatan dan mengayomi rakyat telah berlaku sebaliknya.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Akan datang di akhir zaman adanya petugas keamanan yang di pagi hari di bawah kemurkaan Allah, dan sore harinya di bawah kebencian Allah. Hati-hatilah kamu menjadi bagian dari mereka.” (HR. Ath-Thabarani 7616)

  • Membenci Keturunan Arab atau Keturanan Nabi SAW

Dan hadist ini pun telah terjadi pada akhir zaman ini baik kelompok atau perorangan yang dengan terang terangan membenci DNA suku Arab, mulai dari menghina ulama , ingin menghapus agama Islam, bahkan sampai berani menghina Rasulullah SAW.

Rasulullah ﷺ bersabda : “Wahai Salman. Janganlah kamu membenciku. Hal itu akan berdampak engkau akan terlepas dari Agamamu”.

Salman bertanya, “Bagaimana aku membencimu. Pada hal kami mendapat Hidayah karena keberadaanmu?”.

“Engkau membenci Arab maka kau telah membenciku”.(HR. At Tirmidzi No. 3927,)

  • Penguasa (Rezim) yang Sufaha

Sufaha adalah pemimpin yang lebih mengutamakan orang-orang jahat (Koruptor, Pelanggar HAM, Penyelundup, Narkoba dll) sebagai pembantunya namun mereka mencitrakannya sebagai orang-orang baik”.

Rasulullah SAW bersabda: “Akan datang suatu masa kepada umat manusia, pemimpinnya adalah sufaha, lebih mengutamakan orang-orang jahat  sebagai pembantunya namun mereka mencitrakannya sebagai orang-orang baik. Mereka selalu mengakhirkan shalat. Barang siapa yang mendapatkan zaman tersebut, janganlah mau menjadi menterinya, polisinya, pemungut pajaknya dan bendaharanya.” (Hadits Shahih menurut Ibnu Hibban, dan Hasan menurut Al Albani).

  • Zina Dan Riba Merajalela

Lihatlah keadaan sekarang ini LGBT dirangkul, tempat-tempat prostitusi semakin marak, praktek riba dimana-mana sehingga banyak umat yang menjadi korbannya.

Dari Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Nabi ﷺ bersabda:”Jika perzina dan riba sudah muncul di sebuah negeri maka mereka telah menghalalkan azab yang ditetapkan Allah SWT”. (HR. Al Baihaqi No.5416).

 Atas Nama Tugas

Jangan kalian beralasan bahwa; “kami hanya menjalankan tugas”. Jauh-jauh hari Rasulullah saw telah mewanti-wanti terhadap profesi Syurthah (Polisi, tentara), yang sangat mengerikan.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Akan datang di akhir zaman adanya aparat berseragam (polisi, tentara dan sejenisnya) yang di pagi harinya di bawah kemurkaan Allah, dan sore harinya di bawah kebencian Allah. Hati-hatilah kalian menjadi bagian dari mereka.” (HR. Ath Thabarani).

Imam Al Munawi mengatakan : Mengutip dari An Nihayah  bahwa: Polisi, TNI dan aparat berseragam lainnya dinamakan Syurthah  karena mereka memiliki ‘alamaat (tanda pengenal, seperti seragam dan tanda lainnya)

Maka, jadilah pelindung rakyat (umat) yang membutuhkan jaminan tegaknya keadilan dan keamanan yang sebenar-benarnya, setulus-tulusnya.

Jangan justru menjadi musuh bagi umat , pelindung kejahatan kebatilan dan ketidak adilan, agar turun ridha Allah  Ta’ala kepada kalian dan keluarga kalian

Kepada para aparat keamanan (polisi, tentara) dan para penegak keadilan yang berbuat dzalim atau yang membantu penguasa yang dzalim. Kelak di akhirat kalian akan ditanya tentang kedzaliman kalian dan kalian akan dilemparkan ke neraka lebih dahulu sebelum atasan yang memerintahkan kedzaliman kepada kalian, dicampakkan pula ke dalam neraka

Al Imam Ibnu al Jauzi menyebutkan, ketika Imam Ahmad bin Hambal dipenjara oleh penguasa dzalim yang mengkriminalisasi dirinya (karena berbeda pendapat), seorang sipir penjara bertanya, “Wahai Imam, apakah hadits-hadits ancaman terhadap aparat pembantu penguasa dzalim itu shahih?”

Beliau menjawab, “Iya shahih”.

Sipir tersebut bertanya lagi. “Apakah menurut anda saya ini termasuk pembantu orang dzalim?” Karena saya hanya sekedar melaksanakan tugas.

Imam Ahmad menjawab, “Oh bukan. Yang termasuk pembantu kedzaliman itu yang melayanimu, yang masakin kamu, yang nyiapkan pakaianmu dan yang menyediakan keperluanmu sehari-hari. Mereka itulah pembantu orang yang dzalim.

Sedangkan kamu adalah si pelaku dzalim itu sendiri”.

Allah SWT berfirman:

.. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal). (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 165)

“(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti (atasannya) berlepas tangan dari orang-orang yang mengikuti, dan mereka melihat azab, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 166)

“Dan orang-orang yang mengikuti (yang menjalankan perintah) berkata, Sekiranya kami mendapat kesempatan (kembali ke dunia), tentu kami akan berlepas tangan dari mereka (atasan yang dzalim), sebagaimana mereka berlepas tangan dari kami. Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka perbuatan mereka yang menjadi penyesalan mereka. Dan mereka tidak akan keluar dari api neraka.” (QS. Al-Baqarah 167)

Dalam kisah di atas, terdapat simpul pelajaran sebagai berikut:

  1. Para aparat pembantu penguasa yg dzalim tidak akan bisa mengelak dgn berkata bahwa mereka hanya melaksanakan perintah, “menjalankan tugas
  2. Para aparat yang melaksanakan perintah penguasa dzalim untuk berbuat dzalim, maka mereka juga termasuk diantara orang-orang yang dzalim itu sendiri
  3. Yang dimaksud dan termasuk pembantu orang dzalim diantaranya adalah istri orang dzalim tersebut, anak-anaknya atau maulanya (pembantu) dari orang yang dzalim tersebut yang turut melayani keperluannya, menyiapkan pakaiannya, ikut menikmati upah / gaji dari suaminya yang dzalim

Maka mereka ini, juga akan mendapatkan azab neraka, karena telah membantunya /mendiamkannya dalam perbuatan dzalim

Demi Allah, kalian dan keturunan kalian akan dilaknat Allah jika kalian tetap menjadi pelindung kebatilan, kemaksiatan, ketidak adilan, kedustaan, kedzaliman

Kalian dan keturunan kalian akan hina dalam laknat Allah dan laknat manusia jika tidak segera berbalik menjadi pelindung dan penjamin keadilan bagi rakyat atau tokoh ulama yang isfiqomah (konsisten) berada dalam kebaikan dan kebenaran.

Maka, bagi para istri dan anak-anak pejabat, aparat atau sejenisnya, yang suaminya atau bapaknya saat ini dapat jabatan sebagai aparat keamanan di dalam rezim penguasa yang dzalim, wajib bagi kalian untuk menolak perilaku suami atau ayah ayah kalian, yang turut serta berbuat dzalim membela penguasa dzalim

Jangan senang dan bangga ikut menikmati kemewahan dari gaji/jasa berbuat kedzaliman, dengan mengurbankan urusan agama dan keselamatan akhirat kalian. Nasihati suami-suami kalian atau ayah-ayah kalian.

Bagi aparat muslim, berhentilah kalian berbuat dzalim dan membela rezim penguasa atau atasan yang dzalim, dengan cara menasehatinya, berlepas diri dari perintahnya

Jika kalian ingin selamatkan istri kalian, selamatkan anak-anak kalian dan diri kalian, bahkan ingin selamatkan bangsa kalian dari huru hara keruntuhan, maka hentikan dan akhiri kekuasaan penguasa yang dzalim dengan melakukan pembangkangan massal, atau mengeksekusi penguasa dzalim dengan tangan dan senjata yang ada di tangan kalian.

Maka kalian akan menjadi pahalawan  orang yang diberi pahala (pahalawan) sejati penyelamat negeri, penyelamat anak-anak dan istri, serta penyelamat generasi penerus bangsa ini, dan kalian akan mendapatkan  syahid di hadapan Allah Rabb kalian, dan nama kalian akan dicatat dalam tinta sejarah yang harum di dunia, dan insya Allah juga di akhirat. (dbs)

News Feed