oleh

Muslimah tapi Hypebeast

Oleh:  Isra Novita, Mahasiswa Universitas Indonesia

Maslahat Umat | Di tengah para pemuda saat ini semakin sering didengar istilah hypebeast. Apa sih itu hypebeast? Hypebeast adalah sebuah istilah yang mulai mengemuka beberapa tahun terakhir khususnya di Amerika Serikat. Kamus daring Urban Dictionary memberikan dua makna dari kata ‘hypebeast’. Makna: Pertama, hypebeast mengacu pada anak muda yang mengoleksi pakaian, sepatu dan aksesori demi terlihat keren di depan orang lain.

Kedua, hypebeast diartikan sebagai slang bagi mereka yang terobsesi (beast) dengan segala sesuatu yang kekininan (hype), khususnya untuk urusan penampilan (fashion). Tagar #hypebeast sering bermuncul dipostingan para artis. Kalau googling ‘hypebeast’, situs e-commerce bernama hypebeast akan muncul di halaman pertama. Situs ini menawarkan koleksi busana dan sneakers keluaran merek-merek favorit anak muda.

Kenapa kita bahas tentang hypebeast dan bagaimana pengaruhnya bagi para pemuda saat ini? Ternyata, pemuda saat ini sangat mengutamakan gaya style barang-barang branded nan mahal. Dan parahnya, para pemuda tidak lagi mempertimbangkan syariat Islam untuk berpakaian. “Yang penting mahal dan branded laah, kalau sesuai dengan syariat atau ngga mah belakangan.”

Kenapa pemuda ingin banget jadi #Hypbeast? Ternyata ada pengaruh pemikiran liberal dari Barat yang mengutamakan kebebasan. Adanya pemikiran sekuler (pemisahan peraturan dari kehidupan) yang menjadi standar hidup secara sadar maupun tak sadar. Halal haram tidak lagi jadi pertimbangan. Semuanya dipertimbangkan berdasarkan hawa nafsu manusia. Kalau sudah berstandar hidup liberal, maka standar kebahagiaannya adalah manfaat. Termasuk pujian manusia.

Para pemuda yang tergila-gila dengan gaya hidup para artis idolanya, semakin tergerus dan semakin mengikuti gaya hidup yang bebas tersebut. Dan ternyata keuntungan tidak hanya dirasakan oleh para pemuda yang ingin menjadi #Hypebeast, namun juga dirasakan oleh para pebisnis yang menjual barang-barang branded keinginan pemuda itu tadi. Lagi-lagi, semua ini terjadi karena sistem yang diterapkan saat ini yakni liberal kapitalis. Sistem ini pun sangat memengaruhi jalan berpikir masyarakat, terutama dalam hal ini ialah pemuda. Pop Culture dari Amerika ini memengaruhi culture negara lain karena memang Amerika saat ini merupakan negara great power yang sangat berpengaruh di dunia saat ini.

Emangnya Muslimah seharusnya bagaimana? Sebagai Muslimah, tentu kita harus menjadikan Islam sebagai standar hidup. Bukan menjadikan penilaian manusia sebagai standar kehidupan. Apalagi manusia tidak lepas dari kekurangan dan hawa nafsu. Dalam islam, ada peraturan khusus tentang berpakaian maupun bertingkah laku. Jadi, sebagai Muslimah seharusnya kita tidak hanya bertingkah laku sesuai trend apalagi sampai berprinsip “yang penting mahal dan branded”, tapi kita punya tolok ukur, yakni syariat Islam.

Bagaimana Islam mengatur gaya hidup seorang Muslimah? Untuk tata cara berpakaian, Islam sudah mengatur dengan sangat lengkap. Beberapa di antaranya tentang kewajiban menutup aurat, mengenakan khimar, (an-Nur: 31-32) mengenakan jilban (al-Ahzab: 59) dan tidak bertabarruj (al-Ahzab: 33). Bagaimana jika sistem Islam diterapkan? Jelas, sistem Islam yang sempurna termasuk dalam berpakaian akan diterapkan secara sempurna. Dan lebih menjaga juga tentunya insyaAllah.

Terus kita harus ngapain dong sebagai Muslimah biar enggak terjebak dengan budaya Barat? Kita harus mengkaji Islam, mengamalkan dan mendakwahkannya. Makanya enggak cukup sampai di sini saja, kita harus memaksimalkan potensi dengan terus belajar, di antaranya dengan sharing-sharing Islam seperti ini. Lalu mengamalkannya. Dan biar kita enggak mengamalkan sendirian, yuk kita dakwahkan. Ajak temen-temen yang lain untuk mengkaji Islam juga. Menerapkan Islam dan dakwah bareng-bareng. Karena akar permasalahan ini terletak pada sistem kehidupan yang tidak sesuai dengan Islam, maka jangan bosan-bosan mendakwahkan penerapan Islam secara kaffah dalam sistem daulah Islamiyah. Wallahu a’lam.[]

 

 

News Feed