oleh

Murji’ah, Sekte Pembela Penguasa Zalim

Diasuh oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S.

Maslahat Umat | Para Ulama mengecam terhadap kaum Murji’ah. Syarik Rahimahullah mengatakan: Mereka adalah kaum yang paling buruk, cukuplah bagimu keburukan rafidhah (syiah), tetapi murjiah berdusta atas nama Allah Ta’ala.  (Abdullah bin Ahmad, As Sunnah, Hal. 312)

Ibrahim An Nakha’iy Rahimahullah mengatakan: Benar-benar fitnah yang dimunculkan oleh murji’ah lebih aku takuti dibanding fitnah yang dimunculkan azariqah (salah satu sekte dalam khawarij). (Ibid, Hal. 313)

Al Auza’iy Rahimahullah mengatakan: Yahya bin Abi Katsir dan Qatadah berkata: “Tidak ada pada hawa nafsu suatu yang lebih aku takuti pada umat ini dibandingkan: Al Irja’ (murji’ah).” (Imam Ibnu Taimiyah, Majmu’ Al Fatawa, 7/395)

Az Zuhriy Rahimahullah mengatakan:Tidak ada bid’ah yang lebih berbahaya atas agama dibanding bid’ah ini, yaitu Al Irja’. (Ibid)

Contoh perilaku mereka adalah membela penguasa zalim dan menjadi “bumper” dengan memelintir teks-teks agama. Ini terjadi karena keyakinan mereka bahwa dosa-dosa besar penguasa zalim tidaklah berpengaruh atas iman penguasa tersebut. Penguasa zalim selalu dibela dengan alasan “selama mereka masih shalat”. Murji’ah zaman now pun juga demikian.

Para imam salaf seperti Imam Yahya bin Ma’in Rahimahullah telah menggambarkan sekte murji’ah ini.

Kata Beliau, tentang Yunus bin Bakir: Dia orang terpercaya, hanya saja dia seorang murji’ah, mengekor penguasa. (Siyar A’lam An Nubala, 9/247)

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menceritakan, dari An Nadhr bin Syamil, katanya: Al Ma’mun bertanya kepadaku: “Apakah Al Irja’?” Aku menjawab: “Agama yang menyepakati para penguasa, dengannya mereka mendapatkan kekayaan dunia mereka, dan dengannya pula mereka mengurangi agama mereka.” (Al Bidayah wan Nihayah, 14/221)

Ruqbah bin Mushqalah, salah satu perawi yang dipakai Imam Al Bukhari, dia berkata: Ada pun Murji’ah, mereka di atas agamanya para penguasa. (Imam Ibnu Baththah, Al Ibanah Ash Shughra, Hal. 163)

Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah mengatakan: Murji’ah dan yang semisalnya, yaitu orang-orang yang menempuh jalan ketaatan kepada penguasa secara muthlaq walaupun penguasa itu tidak pada kebaikan. (Majmu’ Al Fatawa, 28/508)

Diperparah lagi, sikap mereka yang menuduh “khawarij” kepada Ahlus Sunnah yang mengkritisi dan menasehati penguasa zalim secara objektif (bukan memberontak dan melakukan tindakan anarkis). Mereka dengan lugu menyamakan kritikan dan nasihat itu dengan pemberontakan (bughat).

Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah mengatakan dalam Syairnya: Di antara hal-hal aneh mereka, mereka berkata kepada orang yang dekat dengan atsar (sunnah) dan Al Qur’an: “Dengan itu kalian serupa dengan khawarij”, yaitu mereka yang mengikuti dalil secara tekstual, sehingga mereka tidak mendapatkan petunjuk makna-maknanya. (Al Kaafiyah Ash Syaafiyah, Hal. 560)

Demikian. Wallahul muwafiq ilaa aqwamith thariq

News Feed