oleh

Munggahan Tradisi Menyambut Ramadhan

55820cf13dbcb.jpg

Munggah atau munggahan sudah tidak asing lagi bagi umat islam, terutama di Jawa Barat. Munggah bukan ajaran islam, melainkan tradisi turun temurun sampai sekarang yanh masih dilestarikan oleh umat islam. Hampir seluruh umat muslim menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan munggahan.

Biasanya pada malam munggah, anggota keluarga yang merantau pun menyempatkan diri untuk mudik dan berkumpul bersama sanak keluarga. Munggah bukan sekedar sahur bersama. Di sana ada silaturahim, berdoa bersama, saling mengingatkan untuk membersihkan diri, dan nyekar ke makam.

Seperti saya dan keluarga, kami melakukan tradisi munggah demgan cara nyekar ke makam, setelah itu berkumpul di rumah nenek untuk makan bersama dengan keluarga besar di akhir bulan Sya’ban ini. Nenek saya bilang, kita harus melestarikan tradisi munggahan, untuk bersilaturahmi dengan keluarga yang jarang bertemu. Selain makan bersama keluarga, kami juga membagikan masakan ke tetangga sekaligus bermaaf-maafan. Berbagi makanan saat muggahan sudah menjadi tradisi dari keluarga kami yang mayoritas bersuku sunda ini.

Dengan munggahan kita dapat menyucikan diri dari dosa lewat silaturahmi dan sebagai bentuk rasa syukur kita terhadap Allah SWT, serta menunjukkan rasa bahagia, dan antusias umat muslim menyambut datangnya bulan Ramadhan. Bagi masyarakat Jawa Barat mari kita pegang teguh tradisi leluhur kita ini.

Wulan Nur Lestari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed