oleh

MUI Ajak Komponen Bangsa Lakukan Rekonsiliasi Nasional

JAKARTA | Maslahat Umat — Krisis kesehatan karena covid-19 telah  mendorong terjadinya krisis ekonomi, dimana pertumbuhan ekonomi yang semula diharapkan di atas 5%, sekarang faktanya malah negatif. Bahkan, pertumbuhannya sudah dua quartal negatif berturut-turut. Itu berarti negeri ini sudah dilanda resesi dan badai PHK.

Demikian dikatakan Sekjen MUI Anwar Abbas dalam siaran persnya. Menurutnya, jika persoalan ini tidak tertangani dengan baik, tentu akan berpotensi menimbulkan masalah, akan terjadi polarisasi dan kegaduhan politik.

“Apalagi sekarang sudah muncul perbedaan-perbedaan yang tajam di antara warga dan  elemen-elemen masyarakat dengan pemerintah dalam berbagai isu yang cukup mengganggu, seperti  masalah RUU HIP, RUU BPIP,   UU Cipta Kerja, masalah Pilkada, praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang semakin meluas.”

Belum lagi, tenaga kerja asing dari Tiongkok, penangkapan para aktivis yang kritis kepada pemerintah, diskriminasi dalam penegakan hukum,  usaha pembunuhan terhadap ulama dan dai.  Juga  masalah Papua dan Habib Rizieq serta  kepulangannya yang itu semua telah menggelinding dan  menggumpal.

“Kalau tidak terselesaikan, tentu  akan membuat bara api   menyala dimana-mana. Ini tidak baik, dan akan membuat bangsa ini semakin terpecah dan lemah. Agar bangsa ini kedepan tetap utuh dan  bisa berdiri dengan kuat dan kokoh di atas kakinya sendiri, kita ambil pelajaran dari peristiwa 10 November tentang arti penting persatuan dan kesatuan demi tercapainya kemenangan.

Agar negeri ini tidak porak poranda, Anwar mengajak seluruh komponen bangsa untuk melakukan Rekonsiliasi Nasional, agar diantara kita yang sama-sama mencintai negeri ini ada titik temu. Untuk itu, pihak  pemerintah maupun elemen masyarakat diharapkan tidak memaksakan sikap dan pandangannya kepada pihak lain, tetapi menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai acuan bersama. Harapannya agar polarisasi dan perbedaan pandangan yang ada saat ini tidak semakin meruncing dan memanas.

“Kita harapkan didalam usaha rekonsiliasi nasional, masing-masing  pihak  dapat mengendalikan diri dan  mengesampingkan kepentingan pribadi dan  kelompok atau  partai masing-masing. Karena itu harus mau mengedepankan kepentingan  dan kemashlahatan bersama, agar tujuan kita untuk melindungi dan  mencerdaskan rakyat serta  mensejahterakan mereka dapat terwujud,” tukas Anwar Abbas. (des)

 

News Feed