oleh

Membalas Salam Dicampur Dengan Agama Lain

Diasuh oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

Maslahat Umat | Ustadz, saya mau bertanya, apa hukumnya mencampur-campur jawaban salam seperti ini “wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Om Shanti Shanti Om Shallom Namo Budhaya, Salam sejahtera untuk kita semua, selamat malam”

Jawaban
Seorang muslim adalah orang yang menyerahkan dirinya secara total kepada Allah Ta’ala dan ajaranNya. Itulah makna muslim (berserah diri). Dia tidak berserah diri kepada selain Allah Ta’ala dan syariatNya.

Maka, seorang muslim akan merasa puas dan cukup dengan syariatNya, tidak perlu yang lainnya. Termasuk dalam ucapan salam dan menjawabnya, maka ucapan yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan jawabannya adalah yang terbaik.

Di masa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Madinah, kaum muslimin hidup berdampingan dengan Yahudi Madinah, dan mereka tahu bagaimana ucapan salam Yahudi. Tapi kaum muslimin tidak pernah menggunakan salam Yahudi baik memulai dan menjawabnya.

Bagi orang yang suka sinkretisme, yaitu paham yang suka mencampur aduk beberapa ajaran agama, hal itu adalah biasa. Tapi, bagi muslim yang istiqamah yang mengikuti jalan nabiNya maka dia tidak akan tertarik ikut-ikutan seperti itu. Apalagi sekedar hanya ingin disebut toleran dan bijaksana, yang sebenarnya itu bukan toleransi. Sebab, toleransi itu menghormati ajaran agama lain dan tidak menganggu mereka, bukan mencampur-campur ajaran. Justru itu mencederai ajaran banyak agama.

Allah Ta’ala berfirman: Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-An’am, Ayat 153)

Demikian. Wallahu a’lam

Dipersembahkan oleh : www.manis.id

News Feed