oleh

Mati Suri Menurut Islam

Ustadz : Farid Nu’man Hasan

Maslahat Umat | Ustadz, saya ingin bertanya tentang mati suri dalam Islam. Cerita orang yang sudah mati suri tentang kesaksiannya ketika didatangi orang berpakaian ihrom mencabut nyawanya, tentang ketika ruhnya dibawa pergi dia bertemu dengan seorang wanita yang wanita itu adalah amalannya, apakah bisa dipercaya, Ustadz?

Jawaban

Dalam Islam, kematian tidaklah benar-benar mati. Secara kedokteran bisa jadi seseorang sudah dianggap mati. Tapi, hakikatnya hanyalah perpindahan alam kehidupan saja. Sehingga dengan sangat mudah, Allah mengambil ruh lalu mengembalikannya.

Hal ini sama dengan tidur. Saat tidur ruh manusia dalam genggaman Allah, Dia mengembalikannya di saat manusia bangun. Sehingga, Mati Suri, memang sesuatu yang sangat rasional terjadi berdasarkan paradigma Islam dalam memandang kematian.  Lihat kisah Nabi ‘Udzair, yang sudah menjadi tulang belulang, Allah kembalikan dirinya dengan mudah, baik jiwa dan raganya.

Ini pun sebenarnya sudah terjadi pada masa lalu. Ada kisah yang bisa menunjang hal ini, dengan sanad shahih.

Dahulu ada seorang laki-laki bernama Rabi’ah bin Hirasy. Ia pernah bersumpah tidak akan tertawa sebelum tahu apakah ia masuk surga atau neraka. Ketika meninggal dunia, ia baru tertawa.

Adiknya yang bernama Rib’i bin Hirasy bercerita: Kami adalah empat bersaudara. Rabi’ah adalah saudara kami yang paling banyak puasa dan shalat di antara kami. Dia telah meninggal dunia terlebih dahulu. Saat ia meninggal, kami berada di dekatnya, sedangkan ia dalam keadaan terbaring dengan sehelai kain penutup di wajahnya. Kami mengutus salah seorang untuk membeli kain kafan.

Tiba-tiba ia menyingkap kain yang di wajahnya lalu mengatakan, “Assalamu’alaikum.”

Kami semua menjawab, “Wa’alaikumsalam. Benarkah kamu telah mati? Mungkinkah orang mati bisa hidup lagi?”

Ia menjawab, “Ya, aku telah berjumpa dengan tuhanku setelah berpisah dengan kalian. Dia tidak marah padaku. Dia menyambutku dengan aroma wangi dan membawa pakaian dari Istabraq. Ketahuilah bahwa Rasulullah telah menungguku. Beliau ingin segera menyalatiku. Maka cepatkanlah pengurusan jenazahku.”

Kejadian itu kemudian diceritakan kepada ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha. Beliau berkomentar, “Benar apa yang ia alami itu. Sungguh saya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Akan ada seorang laki-laki dari umatku yang berbicara setelah kematiannya.”

Hadits riwayat Abu Nu’aim dan Al Baihaqi dalam Dalailun Nubuwah, beliau mengatakan: “Ini adalah sanad yang shahih yang tidak diragukan lagi oleh ahli hadits.” (Dalailun Nubuwah No. 2781, Imta’ul Asma, 12/217). Wallahu a’lam.

News Feed