oleh

Maqashid Syariah: Kewajiban Bekerja dan Memproduksi

Oleh : Luthfi Alwan Pratama, Mahasiswa STEI SEBI Angkatan 2019

Maslahat Umat |  Dalam maqashid syariah salah satu kewajiban yang harus dilakukan seorang muslim adalah bekerja dan memproduksi,kewajiban ini berdasarkan istiqra’ terhadap dalil-dalil yang memberikan dilalah qathi’ah (makna yang pasti) bahwa bekerja dan memproduksi itu hukumnya wajib sesuai dengan firman Allah Swt :

Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (QS Al-Mulk : 15)

Allah Swt memerintahkan untuk berjalan di muka bumi ini untuk mencari rezeki Allah Swt.Dalam konteks maqashid,mencari rezeki menjadi wajib untuk menyediakan kebutuhan harta dari aspek wujud karena tanpa bekerja, tidak mungkin ada uang dan harta. Merealisasikan hifdzul mal dari sisi bagaimana mendapatkannya (min janibi al wujud) sama halnya dengan merealisasikan harta yang sudah dimiliki.

Diantara ketentuan dalam maqashid bahwa syariat memberikan hak kepada pengelola usaha dalam bagi hasil untuk mendapatkan keuntungan atas usahanya. Dan sebaliknya,ketentuan yang melarang pengelola usaha untuk mendapatkan hak nya tersebut itu bertentangan dengan tujuan (maqashid)

Syariat ini melindungi kepemilikan seseorang selama harta tersebut dihasilkan dengan cara-cara yang halal dan syariat ini telah memberikan kewenangan dan hak kepada setiap pemilik barang/jasa untuk memanfaatkannya dan menggunakan nya dengan cara-cara yang di bolehkan dalam syariat.Dan sebaliknya, syariat ini melarang setiap perilaku yang merampas hak kepemilikan ini seperti pencurian, perampasan dan pengrusakan terhadap hak orang lain.

Objek kepemilikan yang dilindungi oleh syariat ini mencangkup 2 hal,yaitu: memiliki fisik barang tersebut (milk al-yad) dan memiliki manfaatnya,oleh karena itu,dilarang menghalangi dan mempersulit pemilik barang untuk mengelolanya dan memanfaatkannya karena bertentangan maqashid syariah dalam melindungi hak kepemilikan setiap orang karena itu hasil kerjanya yang legal (masyru’).

 

News Feed