oleh

Maqashid Syariah dan Ragamnya

Dalam buku Maqashid Bisnis dan Keuangan Islam karya Dr. Oni Sahroni, M.A. dan Ir. Adiwarman A. Karim, S.E., M.B.A., M.A.E.P., arti maqashid dalam kamus bahasa Arab , maqshad atau Maqashid berasal dari kata qashd. Maqashid berarti tujuan atau target. Maqashid syariah berarti merealisasikan maslahat setiap manusia dan menghindarkan mafsadah dari mereka.

Dalam maqashid syariah terdapat banyak ragam diantaranya;

Menurut Imam asy-Syatibi menjelaskan bahwa ada lima bentuk maqashid syariah atau yang biasa disebut kuliyyat al-khams (lima prinsip umum). Kelima prinsip tersebut, yaitu :

Hifdzu Din (Menjaga Agama)
Hifdzu Nafs (Menjaga Jiwa)
Hifdzu Aql (Menjaga Pikiran)
Hifdzu Mal (Menjaga Harta)
Hifdzu Nasab (Menjaga Keturunan)

Kelima maqashid tersebut di atas memiliki tingkatan sesuai dengan tingkat mashlahat dan kepentingannya. Tingkatan urgensi dan kepentingan tersebut ada tiga, yaitu:

Dharuriyat, yaitu kebutuhan yang harus terpenuhi; yang jika tidak dipenuhi akan membuat kehidupan menjadi rusak. Dalam artian dharuriyat merupakan kebutuhan primer.
Hajiyat, yaitu kebutuhan yang seyogianya dipenuhi, yang jika tidak dipenuhi akan mengalami kesulitan. Hajiyat juga disebut sebagai kebutuhan sekunder.
Tahsinat, kebutuhan pelengkap, jika tidak dipenuhi akan membuat kehidupan menjadi kurang nyaman. Tahsinat juga bisa disebut sebagai pelengkap atau kebutuhan tersier.

Kelima hajat tersebut didasarkan pada Istiqra'(telaah) terhadap hukum-hukum furu’ (juz’iyyat), bahwa seluruh hukum-hukum furu’ tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu melindungi kelima hajat manusia tersebut.

Bahwa setiap perilaku yang bertujuan untuk memenuhi kelima hajat tersebut adalah maslahat dan sebaliknya setiap perilaku yang menghilangkan kelima hajat tersebut adalah mafsadat, oleh karena itu seluruh ulama sepakat bahwa syariah diturunkan untuk memenuhi kelima hajat tersebut.

Kelima hajat tersebut adalah sarana untuk menunaikan misi manusia yaitu menjadi hamba Allah Swt., atas dasar itu Asy-Syatibi menyimpulkan:

“Mashlahat adalah memenuhi tujuan Allah Swt. yang ingin dicapai pada setiap makhluknya. Tujuan tersebut ada lima, yaitu; melindungi agamanya, jiwanya, akalnya, keturunannya, dan hartanya. Standarnya setiap usaha merealisasikan lima maqashid tersebut, maka itu termasuk mashlahat. Dan sebaliknya, setiap usaha yang menghilangkan lima maqashid tersebut, maka termasuk madharat.”

Oleh: Siti Irawati, STEI SEBI

News Feed