oleh

Manchester United & Among-Us

Oleh: Felix Siauw, Da’i

Maslahat Umat | Saya mulai suka MU dari 1996, jatuh hati pada 1999 ketika final Liga Champions. Ketika MU bisa menang dengan 2 gol di injury time. Mentalnya kuat banget, pantas juara.

Selepas era Sir Ferguson, entah kenapa MU bobrok ancur-ancuran. Tahun kemarin malah puasa gelar, tahun ini menang-gung malu dibantai 6-1. Mau pindah klub lain tapi terlanjur sayang.

Beberapa tahun terakhir malah lucu, semua pemain bintang yang dibawa ke MU, redup. Pas dia keluar dari MU, moncer lagi. Liat aja Depay, Lukaku, atau Sanchez. Kebetulan atau gimana?

Ngeliat trend begini, menurut saya, mau Sancho, Ronaldo atau Messi yang di-transfer di MU, kayaknya masalahnya ga bakal kelar. Kenapa? Kayaknya masalahnya ada di sistem.

Mudahnya begini, sistem yang bagus itu menghasilkan pemain yang bagus. Sedang sistem yang buruk itu justru membuat pemain nggak bisa berkembang, bahkan redup.

Main Among-Us, kita harus ngerjain tugas sampe selesai, tapi disaat yang sama juga harus jaga diri dari impostor yang niatnya bunuh semua crewmate, dan ada aturan-aturannya.

Selama aturannya jelas, sistemnya bagus, maka kadang crewmate menang, kadang impostor menang. Tergantung strategi dan taktik kita, pro atau nggak. Yaa, masih bisa dipelajari.

Yang celaka, gimana kalau sistemnya yang rusak? Yang seenaknya bisa ubah aturan, nggak bisa diprediksi? Sama kayak Wakanda yang lagi rame omnibus law. Ini masalah oknum, atau masalah sistem?

Kalau ini masalah oknum, atau masalah partai, harusnya ganti oknum atau ganti partai, bakal kelar. Tapi ternyata nggak. Orang baik, orang bersih, masuk sistem ini, jadi aneh semua.

Jangan-jangan selama ini impostornya bukan cuma oknum? Tapi juga sistem yang bolehin kejahatan itu terjadi? Sistem yang terus-menerus menjadikan dunia sebagai kenikmatan tertinggi?

Sistem yang buat orang bisa merasa kayak dewa, karena merasa udah jadi wakil rakyat, padahal dia nggak pernah nanya ke kita pas lagi mutusin sesuatu, udah gitu mutusin tengah malam?

Mungkin ya, itu sebabnya Rasulullah nggak mau pas ditawari jadi pimpinannya Quraisy jahil. Sebab sistem jahil itu impostor. Sedang Rasulullah udah nyiapin sistemnya sendiri.

Tantangan kita nih, untuk nggak hanya menyiapkan diri jadi pemimpin yang baik buat masa depan. Tapi juga nyiapin sistem kepemimpinan yang baik, supaya orang baik tetep baik.

News Feed