oleh

Love Quote VS Dakwah

Oleh: Albayyinah Putri, S.T., Alumni Politeknik Negeri Jakarta

Maslahat Umat | Siapa sih di sini yang enggak tahu tentang quote? Pasti semua orang tahu tentang quote. Menurut wikipedia, quote atau kutipan merupakan pengulangan suatu ekspresi sebagian dari yang lain. Sederhananya quote itu adalah suatu kutipan yang berasal dari sumber lain dan biasanya relate dengan kehidupan kita. Sering digunakan dalam keseharian kita, terutama dalam mengungkapkan perasaan atau mengekpresikan sesuatu, salah satu jenisnya adalah love quote.

Melihat dari fenomena saat ini, perkembangan media sosial dan teknologi yang begitu pesat, love quote sering menarik perhatian masyarakat terutama di kalangan anak muda. Belum lagi, saat ini penyampaian love quote sendiri dibuat semenarik mungkin agar bisa digunakan oleh kebanyakan orang dengan menggunakan design yang luar biasa cantik.

Ternyata, di balik love quote ada hal yang lebih cantik dan indah perkataannya yang juga termasuk bagian dari kewajiban umat Muslim. Apa itu? Yaitu dakwah. Dakwah merupakan syi’ar atau menyeru orang lain pada kebaikan Islam. Syi’ar Islam kepada orang lain merupakan ungkapan cinta kita kepada sesama manusia, karena kita mengajak orang lain untuk kembali ke jalan Allah. Maka dari itu, dalam Islam kita punya dakwah untuk mengekspresikan rasa cinta kita terhadap orang lain.

Namun jika kita perhatikan, kenapa love quote jauh lebih menarik dibanding dakwah? Seperti dikatakan di awal, pengemasan love quote itu dibuat sangat menarik dan juga isi dari love quote itu langsung menyerang syu’ur (perasaan) setiap orang yang membacanya daripada menyerang pemikiran pembacanya. Love quote juga diambil dari pengalaman pribadi atau pengalaman mayoritas orang, sehingga love quote menjadi hal yang “relateable” dengan kehidupan masing-masing orang.

Sedangkan dakwah, kebanyakan orang tidak mudah menerimanya. Karena dakwah berisi permasalahan secara umum yang belum tentu setiap orang mengalami masalah yang sama dengan isi dakwah, sehingga penerimaan pribadi seseorang terhadap dakwah tidak sepenuhnya bisa diterima.

Selain itu, love quote cenderung berisi cerita cinta yang tidak jelas cintanya terhadap apa dan siapa. Sering terjadi quote ini diperuntukan untuk kekasih atau percintaan yang tidak halal semisal bagi pacar atau bahkan cinta sesama jenis. Naudzubillah. Memang sih, tidak bisa mengeneralisir semua tentang cinta, tapi dengan kehidupan anak muda zaman sekarang, love quote memang digunakan untuk mengungkapkan rasa cintanya kepada kekasihnya, yang pasti kekasih yang belum halal.

Banyak orang di luar sana memandang isi dakwah atau penyampaian dakwah itu hanya diperuntukan bagi sebagian orang, terutama orang-orang yang sudah baik, sudah hijrah, memiliki kehidupan yang Islami atau bisa dikatakan sudah berada di track yang benar. Padahal, dakwah itu dilakukan untuk seluruh manusia dan tidak ada manusia di dunia ini yang sepenuhnya sempurna sehingga ini merupakan framing negatif yang disematkan terhadap dakwah. Ber-amar ma’ruf berupa nasihat baik saja masih sulit diterima. Orang lain cenderung memandang si penyampai sebagai orang yang sok suci, sedangkan nahi munkar (mencegah kemungkaran) dianggap sebagai ikut campur urusan orang lain.

Dakwah merupakan hal yang memang wajib dilakukan oleh setiap Muslim, sehingga dakwah bukanlah tanggung jawab bagi para ulama dan asatidz saja. Kita yang Muslim dan sudah baligh, memang sudah memiliki kewajiban dakwah tersebut, layaknya kewajiban ibadah-ibadah wajib lainnya. Seperti firman Allah SWT menjelaskan dalam Surah At-Taubah ayat 71:  “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar.”

Selain itu Rasulullah pernah bersabda,  “Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman.” [HR. Muslim dalam Al-Iman (49)]

Mengenai dakwah juga merujuk pada dalil, “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” (HR. Bukhari) menunjukkan seberapa pun ilmu yang kita tahu, harus bisa kita amalkan dan juga kita sebarkan. Tidak perlu menunggu sampai kita baik dan sempurna, justru kita berdakwahkan sekaligus mengamalkan dan secara terus menerus bisa menjadi kunci kita untuk istiqamah dalam melaksanakan kewajiban.

Setelah mengetahui definisi dari love quote dan dakwah, juga mengetahui perbedaan dari keduanya, kita bisa katakan bahwa dakwah merupakan bentuk dari love quote. Belum lagi landasan dakwah merupakan firman Allah SWT dan perkataan Rasulullah SAW, bukan berdasarkan dari pemikiran manusia biasa. Sebenarnya pun, dakwah merupakan bentuk cinta, yang diawal dikatakan bahwa dakwah adalah seruan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar inilah yang bisa dikemas menjadi love quote.

Sedangkan love quote yang kita temui, belum tentu bentuknya merupakan dakwah karena landasan yang digunakan dalam pembuatan love quote adalah perasaan dan pemikiran manusia, bahkan banyak yang isinya bertolak belakang dengan Islam. Banyak contoh-contoh love quote yang bertolak belakang dengan Islam, seperti cinta terhadap sesama jenis, mengutarakan cinta pada kekasih yang belum halal dan pemikiran-pemikiran sekuler yang tertuang dalam love quote itu sendiri.

Love quote diambil dengan menjadikan fakta sebagai sumber pemikiran kita, sedangkan dalam Islam kita mencari solusi dalam memecahkan permasalahan yang berasal dari fakta kehidupan kita sehari-hari sesuai dengan sudut pandang Islam.

Dalam berdakwah, kita juga harus tahu cara yang baik dalam menyampaikan Islam agar Islam bisa diterima dengan baik pula oleh orang lain, sesuai dengan firman Allah SWT, “Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik” (An Nahl: 125). Dakwah dilakukan bukan untuk menghakimi orang lain, bukan untuk menunjukan diri bahwa diri inilah yang paling baik, tapi dakwah dilakukan untuk menunjukan kepedulian kita terhadap orang-orang terdekat kita, agar kembali ke jalan yang benar dan disituasi yang sama kita bisa saling mengingatkan serta saling menguatkan.

Maka dari itu, sebagai seorang Muslim kita harus lebih sadar terhadap sumber pemahaman apa yang dia terima, sesuaikan dengan aturan atau syariat Allah. Bagi setiap Muslim yang berperan sebagai pengemban dakwah dan menyampaikan dakwah kepada orang lain, hendaknya harus cerdas dalam memanfaatkan berbagai cara supaya apa yang disampaikan tidak kalah dengan apa yang disampaikan orang-orang yang menggunakan lebel “love quote”.

Kita kembalikan semuanya kepada tujuan hidup kita sebagai seorang Muslim, manusia diciptakan oleh Allah untuk beribadah dan dunia adalah tempat persinggahan kita sementara waktu, sehingga jangan menjadikan dunia adalah tempat yang kekal bagi kita melainkan kita harus menjadikan akhirat sebagai tujuan utama kita. Identitas seorang Muslim itu harus selalu taat pada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya serta tidak menunda-nunda taubat atas maksiat yang kita lakukan.

Teruntuk generasi muda, jangan merasa insecure dalam menyampaikan dakwah, baik itu melalui lisan maupun tulisan. Lakukanlah yang terbaik untuk menyampaikan kebenaran Islam. Jangan menjadikan love quote sebuah prinsip hidup, atau landasan kita dalam menjalankan aktivitas, karena love quote bisa jadi hanyalah ungkapan pribadi seseorang yang belum tentu sesuai dengan Islam. []

 

News Feed