oleh

Keluarga Besar PII Kecam Aksi Brutal Polisi di Sekretariat PII

JAKARTA | Maslahat Umat — Penyerangan secara membabibuta terhadap adik-adik di Sekretariat Pelajar Islam Indonesia (PII) oleh pihak Kepolisian tidak seharusnya dilakukan, terlebih dengan cara kekerasan refresif dan brutal. “Dengan dalih apapun tindakan tersebut tidak dibenarkan,” kata Ketua PW. KB PII Jakarta Medy Dzalfitri Latif dan H. Ahmad Djunaedi (Sekretaris) dalam siaran persnya (14/10/2020).

Dalam menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, aparat kepolisian harus berlandaskan pada aturan yang berlaku dan penghormatan kepada Hak Asasi Manusia. Berpedoman pada Peraturan Kepolisian Nomor 8/2009 tentang Pedoman Implementasi Hak Asasi Manusia.

Semestinya aparat kepolisian berpedoman terhadap peraturan tersebut dalam menjalankan tugasnya, maka tindakan-tindakan brutal di Sekretariat Pelajar Islam Indonesia (PII) Jl. Menteng Raya 58 Jakarta Pusat pada tangal 13 Oktober 2020 tidak perlu terjadi.

Atas kejadian penyerangan, penganiayaan dan diskriminasi tersebut, Pengurus Wilayah Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PW. KB PII) Jakarta, menyatakan sikapnya:

Mengecam keras aksi brutal penyerangan, penganiayaan dan diskriminasi terhadap Pengurus PII yang dilakukan oleh aparat kepolisian pada tanggal 13 Oktober 2020 di Sekretariat PII Jl.Menteng Raya No.58 Jakarta Pusat.

Mendesak Kapolda Metro Jaya segera membebaskan Pengurus PII yang ditangkap. Selanjutnya, mendesak Kepada Kapolda Metro Jaya memberikan sanksi tegas kepada oknum aparat kepolisian yang telah melakukan aksi penyerangan, penganiayaan dan diskriminasi terhadap Pengurus PII. Mendesak Kapolda Metro Jaya untuk memberikan penjelasan atas terjadinya insiden  tersebut di atas.

PW KB PII menghimbau kepada Keluarga Besar Pelajar Islam Idonesia (PII) Wilayah Jakarta untuk tetap menahan diri dalam menyikapi insiden ini, tidak mengambil tindakan diluar akal sehat dan diluar koridor konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia. (des)

News Feed