oleh

Kekuatan Filantropi Islam Guna Membantu Masyarakat Saat Pandemi Covid-19

Oleh Eka Fitriyani Mahasiswa STEI SEBI

Sejak awal maret 2020, Indonesia dihadapkan dengan virus covid-19 yang telah menghantui berbagai negara didunia.Banyak negara mengambil keputusan untuk melakukan “lockdown” untuk mencegah penyebaran virus covid-19.Hingga saat ini Indonesia tidak melakukan kebijakan lockdown dengan pertimbangan dampak terhadap stabilitas sektor ekonomi.Meskipun tidak melakukan lockdown stabilitas ekonomi Indonesia tetap terdampak karena aktifitas masyarakat yang dibatasi serta banyaknya masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja akibat pengurangan pegawai yang dilakukan perusahaan guna memitigasi resiko karena dampak covid-19 ini.

Musibah ini bisa menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk saling membantu demi menimalisir dampak covid-19 khususnya disektor ekonomi.Mengingat populasi penduduk Indonesia yang sangat banyak dan didominasi kategori masyarakat yang bekerja di sektor informal dan usaha mikro dengan mayoritas berpenghasilan rendah.

Filantropi islam memiliki peran penting untuk membantu pemerintah mengatasi problematika ekonomi masyarkat ditengah pandemi covid-19 ini.

Sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar maka peluang untuk memaksimalkan potensi filantropi islam yang biasa dikenal dengan ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedelah dan Wakaf).Yang dikelola oleh Organisasi Pengelola Zakat, Infaq dan Sedekah (OPZIS) dan Lembaga Pengelola Wakaf (LPW). Dilansir dari situs puskasbaznas.com potensi zakat di Indonesia pada tahun 2019 mencapai angka Rp.233.8 Triliun.Potensi ini diharapkan mampu untuk membantu perekonomian masyarakat yang terdampak covid-19.

Sesuai dengan ketentuanya dana zakat hanya dapat disalurkan kepada 8 asnaf yang terdapat pada Al-Quran dan hanya dapat dilakukkan denan ketentuan tertentu.Salah satunya adalah fakir dan miskin dalam masa pandemi ini adalah masyarakat miskin dan rentan miskin yang tidak dapat memenuhi kebutuhanya.Dana zakat dapat disalurkan dalam bentuk kebutuhan pokok seperti sembako.

Infaq dan sedekah dapat disalurkan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak dapat dijangkau dana zakat dan dapat dilakukan oleh siapapun tanpa ketentuan tertentu. Penyaluran dana infaq dan sedekah dapat disalurkan untuk alat penunjang guna mengatasi covid-19 ini seperti alat pelindung diri dan vitamin bagi tenaga medis serta alat penunjang lainnya.

Yang terakhir adalah wakaf.Dimasa pandemi ini wakaf juga perlu untuk berperpartisipasi.
Partisipasi ini dapat dilakkan dengan menyediakan tempat dan fasilitas isolasi dan perawatan bagi masyarakat yang positif virus covid-19 ini karena mengingat fasilitas milik pemerintah.Selain itu wakaf dapat disalurkan untuk menyediakan tanah untuk pemakaman jenazah yang sudah dinyatakan positif corona maupun yang masih dalam pemantauan.

Pada masa ini penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infaq dan sedekah harus sesuai dengan kebijakan pemerintah yakni dengan tetap harus berjaga jarak dan jangan sampai ada kerumunan.Maka dari itu penghimpunan pan penyaluran dana ZIS harus sesuai dengan kebijakan pemerintah yang diatur dalam panduan pengumpulan Zakat Fitrah dan/atau ZIS berdasarkan SE Nomor 6 tahun 2020.Salah satu aplikasi berdasarkan panduan tersebut adalah penghimpunan dana zakat, infaq dan sedekah dilakukan dengan jemput muzzaki maupun via transfer kerekening OPZIS dan penyaluran dana ZIS dilakukan dengan mendatangi secara langsung masyarakat yang berhak mendapatkan dana ZIS tersebut.

Dimasa seperti ini sangat dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak termasuk guna keberhasilan mengoptimalkan dana zakat, infaq, sedekah, dan wakaf di Indonesia.

Partisipasi masyarakat serta kebijakan pemerintah untuk menghimbau berbagai pihak melaksanakan zakat, infaq, sedekah dan wakaf khususnya pada pengusaha yang beroperasi di Indonesia.Jika semua pihak ikut berperan untuk pengoptimalan ini maka dampak covid-19 ini dapat diminimalisir dengan zakat, infaq, sedekah dan wakaf.()

News Feed