oleh

Kadad, Pemuda Mentawai yang Menjadi Santri Vokasi Pertanian Indonesia

JAKARTA | Maslahat Umat — Ini merupakan pertama kalinya Ia melakukan perjalan jauh dari dusunnya di kepulauan Mentawai Sumatera Barat, langsung menempuh ribuan kilometer, demi berjuang untuk merubah nasibnya. Dengan semangat membaja Ia bertekad untuk belajar di Jawa Barat untuk menjadi seorang santri ahli pertanian profesional.

Namanya adalah Kadad, seorang mualaf dari keluarga petani dhuafa yang baru saja belajar agama dan membaca Al Qur’an. Ia berasal dari Kepulauan Mentawai yang berangkat ke Pesantren Al Muhtadin di Sukabumi Jawa Barat untuk mengikuti program Santri Vokasi Pertanian Indonesia dengan dukungan dari YBM PLN yang telah dilaunching pada 25 Januari 2021.

Santri Vokasi Pertanian Indonesia merupakan program yang dibentuk sebagai role model dan knowledge center khusus bidang pertanian terintegrasi yang dapat menjadikan para pesertanya yang merupakan pemuda desa, sebagai Insan pertanian masa depan yang tangguh, produktif, kreatif, smart dan mampu menjadi inspirasi kemajuan pertanian di desanya.

Selama enam bulan, Kadad dan 20 santri lainnya yang merupakan pemuda dari berbagai daerah yaitu Jawa Barat, Kalimantan, Sumatera, dan NTT, akan nyantri sekaligus ditempa secara khusus di Diklat Vokasi Pertanian Al Muhtadin untuk mendapat Ilmu agama dan Ilmu pertanian.

Kini melalui program Santri Vokasi Pertanian Indonesi,a Kadad bertekad untuk belajar dengan giat agar bisa menjadi Ustadz yang ahli bertani agar dapat memajukan kampung halamannya saat kembali nanti. Ia pun mengucapkan banyak terimakasih kepada YBM PLN dan para Muzakinya atas bantuan dan kesempatan yang diberikan kepadanya untuk menjadi salah satu Santri Vokasi Pertanian Indonesia. (des)

News Feed