oleh

Jual Beli Air, Apakah Terlarang?

Diasuh oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

Maslahat Umat | Ustadz, saya mau bertanya, bagaimana hukumnya orang yang menjual air isi ulang (RO, Filter)? Ada sebagian pendapat yang membolehkan ada juga yang tidak, mohon penjelasannya ustadz.

Jawaban

Menjual air tidak akan lepas dr dua kedaan: Pertama. Air bebas yg ada di sumur, sungai, telaga, yang menjadi milik bersama. Diambil lalu dijual begitu saja oleh seseorang atau sekelompok orang, maka ini tidak boleh.

Berkata Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid Hafizhahullah berkata dalam fatwanya: TAK BOLEH menjualnya. (Al Islam Su’aal wa Jawaab, 5/501)

Dalilnya adalah:Kaum muslimin berserikat dalam 3 hal: rerumputan, air, dan api. (HR. Abu Dawud no. 3477, Shahih menurut Al Hafizh Ibnu Hajar dalam At Talkhish Al Habir)

Hadits ini menunjukkan bahwa tiga benda ini merupakan milik bersama kaum muslimin, sehingga tidak boleh dijualbelikan, siapa pun berhak mengambil dan memanfaatkannya.

Imam Abu Thayyib Syamsul ‘Azhim Rahimahullah berkata dalam ‘Aunul Ma’bud: Yang dimaksud air di sini adalah air yang belum diusahakan/diproses atau dikerjakan oleh seorang pun, seperti air sumur. Dan belum dilindungi dalam bejana, wadah, atau dibuatkan saluran untuk diambil dr sungai. (‘Aunul Ma’ bud, 9/268)

Imam As Sindiy berkata: Terhadap air, yaitu air yang dari langit, mata air, dan sungai, yang memang tidak ada pemiliknya. (Hasyiyah As Sindi ‘ala Ibni Majah, 2/91) Nah, ini penjelasan para ulama tentang air yg tidak boleh dijualbelikan.

Kedua. Air yg sudah diusahakan oleh manusia; dibor, atau disuling, disaring, dikemas, dan sebagainya. Di dalamnya ada tenaga, upaya, dan modal manusia. Maka yang seperti ini boleh dijualbelikan.

Syaikh Al Utsaimin Rahimahullah berkata: usahakan, dibor, lalu diletakkan di wadah, maka dia boleh menjualnya, karena itu menjadi miliknya setelah diusahakannya. (Syarhul Mumti’, 8/140)

Imam Abu Thayyib Syamsul ‘Azhim Rahimahullah berkata dalam ‘Aunul Ma’bud: Maka air jika sudah dimasukkan oleh manusia ke dalam wadah (kemasan), dan menjadi miliknya, maka boleh menjualnya, begitu juga yg lainnya (rumput dan api). (9/628)

Syaikh Shalih Al Fauzan Hafizhahullah berkata: Jika air tersebut hasil upayanya yg diletakkan di bejananya, maka itu jadi miliknya dan boleh menjualnya. Karena aktifitasnya itu menggunakan tenaga yang melelahkan maka dia berkuasa dan menjadi miliknya. (selesai)

Demikian. Wallahu a’lam

News Feed