oleh

Jadikan Ladang Dakwahmu Melawan Kebatilan

Diasuh oleh: Ustadz Faisal Kunhi MA

Maslahat Umat | Jangan tinggalkan kampungmu karena ada kemaksiatan di dalamnya, karena itu adalah ladang dakwah dan perjuangan; bukankah Rasulullah bersabda, “Orang mukmin yang mau bergaul dan sabar terhadap gangguannya itu lebih baik dari orang mukmin yang tidak mau bergaul dan tidak sabar terhadap gangguannya.”

Jangan berhenti berdakwah ketika banyak orang yang menyeru kepada kejahatan, justru ketika itulah dakwah diperlukan.

Jangan bungkam terhadap kebatilan yang dibela, jadikanlah lisanmu pedang yang bisa menebas kebatilan.

Ingatlah Rasulullah tetap melaksanakan tawaf dan shalat di baitullah ketika didalamnya masih terdapat banyak berhala; yang satu bernama Isaf dan satunya bernama Nailah yang sebagian orang kafir berteriak memanggil keduanya.

Ketika Islam datang, sebagian orang berkeberatan untuk melakukan sa’i diantara Shafa dan Marwah karena ada berhala diantaranya, maka Allah berfirman, “Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari Syiar Allah” (QS. Al Baqoroh : 158)

Lihatlah begitu indahnya Islam memerangi kebatilan; Allah tidak meminta Rasulullah dan umatnya untuk menghina berhala mereka, karena itu akan membuat mereka menghina Allah karena miskinnya ilmu mereka tentang Allah, tetapi Allah hanya minta ketika kebatilan ada, maka kebenaran juga harus hadir, maka dengan demikian umat memilki alternatif tentang mana yang benar dan mana yang batil.

Perang terhadap kebatilan tidak boleh berhenti, karena jika kita mampu mengingkari keburukan mereka, maka kita mendapatkan pahala karena pengingkaran kita, walaupun kebatilan tersebut belum sirna, tetapi perlahan demi perlahan pasti akan sirna; lihatlah Ka’bah sekarang tiada lagi berhala di sekelilingnya.

Allah berfirman, “Dan katakanlah: ‘Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap’. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap”. (QS. Al Isra : 81)

Perangilah kebatilan walau dengan hatimu, karena jika rasa sakit yang dialami karena perang itu bisa mengugurkan dosa dan mengangkat derajat, maka demikian juga rasa sakit karena melihat maksiat terhadap Allah sebagai bentuk mengagungkan syiar-syiar Allah.

Peristiwa Sa’i antara Shafa dan Marwah juga mengajarkan kepada kita bahwa berdakwah harus disampaikan bertahap; itulah alasan kenapa Rasulullah tidak langsung menghancurkan berhala di awal dakwahnya, seraya berkata, “Andai umatku tidak baru dengan kemusyrikannya maka sudah aku hancurkan berhala-hala ini.”

Ayat yang pertama kali turun bukanlah hancurkan berhala, jangan minum khamr dan jangan berjudi, melainkan “bacalah“, dan bukan sekedar membaca tetapi bacalah dengan nama Tuhanmu; dengan membaca orang akan mengenal siapa Rabbnya, dan jika ia sudah mengenal kebesaran-Nya, maka ia akan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. []

News Feed