oleh

Islam Bukan Agama Radikal, Jangan Dicurigai

Oleh: Dessy Fatmawati | Alumni STIEMBI

Maslahat Umat | Presiden Republik Indonesia menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE).

Salah satu program RAN FE adalah program yang bertujuan meningkatkan efektivitas pemolisian masyarakat dalam upaya pencegahan kekerasan yang mengarah pada terorisme, dengan hasil yang ingin dicapai dalam program ini adalah meningkatnya pemahaman dan keterampilan polisi dan masyarakat dalam upaya pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan mengarah terorisme.

Saat berjalan program RAN FE ini ada yang perlu dikhawatirkan yaitu potensi politik adu domba. Politik adu domba bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukkan. Dapat dilihat kelompok besarnya adalah masyarakat Indonesia keseluruhan dipecah menjadi kelompok kelompok kecil yaitu polisi, masyarakat dan masyarakat ekstrimisme.

Kuat dugaan masyarakat ekstrimisme yang dimaksud dalam RAN FE ini sangat identik dengan Islam, sehingga masyarakat akan beranggapan bahwa Islam itu radikal, ekstrim, teroris dan kekerasan. Sebagai contoh wanita berkerudung/bercadar melakukan bom bunuh diri yang disalahkan Islamnya, ajarannya yang ekstrim dan  radikal. Sedangkan orang membunuh imam, menusuk ulama, membakar masjid bukan agamanya yang disoroti tapi individunya (gila misalnya).

Sebagai contoh lainnya beberapa kelompok Islam dibubarkan tanpa pembuktian di pengadilan, padahal kelompok-kelompok Islam tersebut menjalankan aktivitas mulia seperti berdakwah, membantu masyarakat yang kesulitan, membantu masyarakat yang terkena bencana seperti banjir, gempa bumi, longsor dan sebagainya. Anehnya kelompok-kelompok Islam tersebut dianggap anti pancasila, ekstrimis, radikal yang layak dipolisikan.

Indonesia sebagai negara Muslim terbesar tidaklah pantas menjadikan Islam sebagai kambing hitam teroris dan ekstrimisme karena Islam ajaran yang damai, rahmatan lil aalamiin. Islam bukanlah radikal, janganlah dicurigai. Tidaklah pantas sesama Muslim saling mencurigai, membenci sebagaimana firman Allah: “Jauhilah kalian dari kebanyakan persangkaan, sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa”  (QS. Al-Hujuraat: 12).

Syaikh As Sa’di menjelaskan Surah al-Hujurat ayat 12 di atas: “Allah Ta’ala melarang sebagian besar prasangka terhadap sesama Mukmin, karena ‘sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa’. Yaitu prasangka yang tidak sesuai dengan fakta dan bukti-bukti.” (Taisir Karimirrahman). []

 

News Feed