oleh

Imam Shamsi Ali Soal Surat PGI ke Menag

Maslahat Umat — Presiden Nusantara Foundation Imam Shamsi Ali angkat bicara terkait Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) yang menyurati Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas supaya buku pelajaran agama Islam terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang menyinggung soal kitab Injil dan Taurat dikaji ulang.

“Saya yakin juga banyak buku atau pendapat tentang ajaran Islam, termasuk tentang Isa AS, yang diajarkan oleh teman-teman Kristiani yang menurut kami salah. Tapi kami hormat karena memang itulah ajaran Kristiani. Kami akan fokus pada ajaran/paham kami sendiri. Intinya saling menghormati,” tulis Shamsi Ali di laman twitter akun pribadinya @ShamsiAli2.

Jadi, kata Shamsi Ali, biarlah orang Islam sendiri yang akan menilai benar-tidaknya apa yang diajarkan di sekolah-sekolah tentang apapun. “Penilaian itu tentunya berdasarkan ajaran Islam, bukan berdasarkan ajaran/paham agama lain. Kalau agama lain merasa hal itu salah, hormati selama itu benar bagi kami,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, bahwa bukan hanya buku-buku di sekolah yang (boleh jadi) tidak sesuai dengan keyakinan/pemahaman teman-teman Kristiani. Al-Quran juga demikian. “Lalu apakah harus dirubah karena tidak sesuai dengan ajaran/pemahaman kalian? Itulah Urgensi belajar memahami orang lain, bukan orang lain menyesuaikan!,” sebutnya.

Karenanya, kata Shamsi Ali, biarlah umat ini sendiri yang mengoreksi benar atau salahnya apa yang diajarkan di Sekolah tentang Injil. “Selama itu sejalan dengan ajaran Islam, itu sudah benar. Walau mungkin tidak benar menurut teman-teman Kristiani. Karena itu bukan berdasarkan pemahaman/tafsiran Kristen,” tuturnya.

“Untuk mengukur benar salahnya pendapat orang lain tentang agama kita, bukan pada apa yang kita yakini dan pahami. Tapi pada keyakinan dan ajaran agama orang lain itu. Pendapat orang Islam tentang Injil dipahami berdasarkan apa yg diajarkan Islam. Bukan apa yang diajarkan Kristen,” tandasnya.

Seperti diketahui, PGI menyurati Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas supaya buku supaya buku pelajaran agama Islam terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang menyinggung soal kitab Injil dan Taurat dikaji ulang.

Terkait dengan ini, Sekum PGI telah menyampaikan ke Menteri Agama beserta dengan copy pdf buku-buku tersebut. Oleh Menag sudah diinstruksikan ke stafnya untuk segera berkoordinasi dengan pihak Kemendikbud untuk mengkaji materi dari buku-buku ini bila ternyata masih digunakan, kata Ketua Umum PGI Pendeta Gomar Gultom Sabtu (27/2/2021).

Adapun materi yang diprotes, yakni ada halaman 9 dan 10 buku yang dimaksud dituliskan sebagai berikut.

3. Kitab Injil

Kitab Injil diwahyukan oleh Allah Swt. kepada Nabi Isa as. Kitab Injil yang asli memuat keterangan-keterangan yang benar dan nyata, yaitu perintah-perintah Allah Swt. agar manusia meng-esa-kan dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun. Ada pula penjelasan, bahwa di dalam Kitab Injil terdapat keterangan bahwa di akhir zaman akan lahir nabi yang terakhir dan penutup para nabi dan rasul, yaitu bernama Ahmad atau Muhammad saw.

Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa as. sebagai petunjuk dan cahaya penerang bagi manusia. Kitab Injil sebagaimana dijelaskan dalam al-Qurān, bahwa Isa as. untuk mengajarkan tauhid kepada umatnya atau pengikutnya.

Tauhid di sini artinya meng-esa-kan Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Penjelasan ini tertulis dalam Q.S. al-Ḥadid /57: 27. Artinya:”Kemudian Kami susulkan rasul-rasul Kami mengikuti jejak mereka dan Kami susulkan (pula) Isa putra Maryam; Dan Kami berikan Injil kepadanya dan Kami jadikan rasa santun dan kasih sayang dalam hati orang-orang yang mengikutinya.” (Q.S. al-Ḥadid/57: 27)

Hanya saja Injil pun senasib dengan Taurāt, yakni sudah mengalami perubahan dan penggantian yang dilakukan oleh tangan manusia. Kitab Injil yang sekarang memuat tulisan dan catatan perihal kehidupan atau sejarah hidupnya Nabi Isa as. Kitab ini ditulis menurut versi penulisnya, yaitu Matius, Markus, Lukas, dan Yahya (Yohana). Mereka adalah bukan dari orang-orang yang dekat dengan masa hidupnya Nabi Isa as. Sejarah mencatat sebenarnya masih ada lagi Kitab Injil versi Barnaba. Isi dari Injil Barnaba ini sangat berbeda dengan isi Kitab Injil empat macam yang tersebut di atas.

News Feed