oleh

ICMI: UU Cipta Kerja Fasilitasi Pekerja Asing

JAKARTA | Maslahat Umat — Di era pandemi, disaat penanganan CovId-l9 dan ancaman raesi menjadl prioritas utama bangsa, DPR RI mensahkan UU Clpta Kerja yang menimbulkan gelombang penolakan dari berbagal pihak. Untuk Itu, Majelis Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dalam siaran persnya (9/10/2020) menyampalkan pernyataan sikap kepada Pemerintah dan seluruh elemen bangsa.

Wakil Ketua Umum ICMI, Priyo Budi Santoso mengatakan, tujuan awal pengesahan UU Cipta Kerja oleh DPR adalah untuk memudahkan lklim ihvestasi dalam perekonomian nasional. Namun dalam petkembangannya, UU tersebut mengandung klausul-klausul yang mengurbankan hak-hak pekerja, memfasilitasi  pekerja asing, dan berdampak terhadap kedaulatan dan kemandirian  pangan serta petani, jaminan kelestarian lingkungan, serta pendidikan sebagai hak rakyat dalam rangka mencerdaskan bangsa dengan pembentukan watak, iman dan taqwa (IMTAQ).

ICMI meminta semua pihak untuk menanan dirl serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan tidak mengorbankan perjalanan demokrasi dan kesejahteraan rakyat, serta keadilan sosial  yang telah menjadi kesepakatan semua elemen bangsa.

Unjuk rasa yang masif dan meluas oleh kalangan mahasiswa, buruh, dan masyarakat, merupakan hak konstitusional yang dijamin undang-undang, hendaknya dijaga dari tlndakan-undakan yang mengarah anarkls. Aparat keamanan diminta dapat menghadapinya secara profesional, proposional, persuasif dan mengedepankan pendekatan rambu-rambu hukum dan kearifan, sehingga terhindar dari eskalasi tindak kekerasan masing-masing pihak.

Penolakan yang begitu luas dari kalangan masyarakat, ICMI mendesak agar diambil jalan keluar segera, Presiden mengeluarkan Perpu yang lebih menjamln hak-hak pekerja secara adil, kedaulatan pangan dan petani, kelestarian lingkungan, dan kemuliaan tujuan pendidikan nasional dengan UU yang sudah berjalan selama ini.

“Memohon kepada Allah Subhanahu wata’ala, agar bangsa Indonesia diselamatkan dari bahaya Covid-l9 serta mampu menemukan obat dan vaksinnya. Pada saat yang sama, bangsa Indonesia juga mampu keluar dari ancaman resesi ekonomi, dan kemball ke jalur pembangunan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat secara demokratis dan berkeadilan sosial,” tukas Priyo. (des)

News Feed