oleh

Hukuman Bagi Penista Agama

Oleh: Sisca Pratiwi | Aktivis Dakwah

Maslahat Umat | Semua bentuk penistaan terhadap Islam merupakan dosa besar. Jika pelakunya Muslim, hal itu bisa mengeluarkan dirinya dari Islam dan menyebabkan dia kembali kafir atau murtad, terutama jika disertai I’tiqad. Jika tidak disertai I’tiqad maka pelakunya minimal telah melakukan perbuatan fasik dan dosa besar.

Allah Swt berfirman: “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka [tentang apa yang mereka lakukan itu], tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kamib hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?Tidak usah kamu minta ma’af, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami mema’afkan segolongan daripada kamu [lantaran mereka taubat], niscaya Kami akan mengazab golongan [yang lain] disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS At Taubah [9]: 65-66)

Beberapa pesan penting dari ayat al-Qur’an tersebut adalah: Pertama, kita harus  memuliakan dan mengagungkan Allah SWT. Siapa saja yang menghina Allah SWT maka dia kafir; seperti ucapan Yahudi yang mengatakan Allah fakir dan pelit; atau seperti ucapan Nasrani yang mengatakan Allah adalah Isa bin Maryam. Semua ini adalah celaan kepada Allah SWT dan termasuk kekufuran.

Kedua, menghina Nabi Muhammad saw atau sunnahnya adalah kekufuran pula. Pasalnya Allah SWT memerintahkan kita semua untuk memuliakan dan mengagungkan Nabi Muhammad saw.

Ketiga, kita harus mengagungkan dan memuliakan al-Qur’an karena al-Qur’an adalah firman Allah SWT dan sifat-Nya yang mulia.

Keempat,kita harus memuliakan agama Islam. Tidak mencela, menghina dan melecehkan Islam.

Kelima, orang yang tidak mengingkari perbuatan penghinaan kepada Allah, Rasul-Nya dan Kitab-Nya dihukumi sama dengan penghina (dianggap setuju dengan penghina tersebut).

Hukum bagi orang yang menista atau menghina Nabi saw. adalah dengan membunuhnya. Hal tersebut dijelaskan secara panjang lebar oleh Al ‘Allamah al-Qadhi Iyadh dalam Kitab Asy-Syifa bi-Ta’rif Huquq al-Mushtafa.

Hanya saja, semua bentuk hukuman di dunia yang disebutkan oleh para ulama seperti dalam Kitab Asy-Syifa tersebut hanya efektif apabila ditegakkan oleh negara yang menerapkan Islam dalam bentuk Daulah Islam/ Khilafah. Saat tidak ada Khilafah, penistaan demi penistaan terus datang  silih berganti dalam beragam bentuknya. Ini adalah musibah yang menimpa umat Nabi Muhammad saw dewasa ini.[]

News Feed