oleh

Hukum Jual Beli Online Dalam Islam

Oleh Izzatul Nurul Hanna, Mahasiswi STEI SEBI

Maslahat Umat | Muamalat adalah tukar menukar barang, jasa atau sesuatu yang meberikan manfaat dengan tata cara yang sudah ditentukan dalam syariah islam. Termasuk dalam muamalat yakni jual beli, jual beli ini merupakan bentuk dasar dari kegiatan ekonomi dan aktivitas yang sangat dianjurkan dalam ajaran islam. Bahkan rosulullah saw sendiri pun telah menyatakan 9 dari 10 pintu rezeki itu adalah dengan berdagang.

Dalam Q.S Al-Baqarah ayat 275 Allah SWT  berfirman: “…Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…”. Ayat ini merupakan dalil naqli dan Hal yang menarik dalam ayat ini bahwasannya Allah telah mengharamkan riba dan menghalalkan jual beli, dengan catatan selama masa terjadinya transaksi jual beli tersebut sesuai syariat islam. Dalil yang dimaksud di atas ini transaksi offline, lalu bagaimana dengan transaksi bisnis online sekarang ini?

Banyak sekali di zaman sekarang ini bisnis online yang sedang naik-naiknya seperti halnya shopi, tokopedia, lazada dan app online lainnya. mulai dari penjualan tas, baju, sepatu bahkan kebutuhan pokok lainnya pun sudah tersedia di online. Lantas bagaimana hukum jual beli online tersebut dalam islam? Apakah itu diperbolehkan atau sebaliknya. Nah maka dari itu saya akan  menjelaskannya dalam artikel ini dengan bahasa yang in sya Allah mudah untuk dipahami.

Kita mengenal pengertian jual beli itu sendiri yaitu penukaran atau saling menukar. Secara terminology adalah pertukaran harta dengan harta dalam bentuk pemidahan milik dan pemilikan. Definisi diatas dapat disimpulkan bahwasannya jual beli adalah suatu perjanjian tukar menukar barang atau benda yang memiliki nilai, secara sukarela diantara kedua belah pihak, salah satunya menerima benda dan pihak lainnya menerima uang sebagai kempensasi barang sesuai dengan perjanjian dan ketentuan yang telah dibenarkan syara dan disepakati. Adapun keterangan hadits mengenai jual beli adalah sebagai berikut:

عن رافع بن خديج قال: قيل يا رسول الله! أي الكسب أطيب؟ قال: عمل الرجل بيده وكل بيع مبرور. رواه أحمد والطبراني والحاكم وصححه الألباني

“Dari sahabat Rafi’ bin Khadij ia menuturkan: “Dikatakan (kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) Wahai Rasulullah! Penghasilan apakah yang paling baik? Beliau menjawab: “Hasil pekerjaan seseorang dangan tangannya sendiri, dan setiap perniagaan yang baik.” (Riwayat Ahmad, At Thabrany, Al Hakim, dan dishahihkan oleh Syeikh Al Albany).

Dalam islam jual beli online itu termasuk dari akad jual beli salam, yang mana ba’i as-salam mempunyai pengertian yang sederhana yaitu pembelian barang yang diserahkan dikemudian hari, sedangkan pembayarannya dilakukan dimuka. Ba’I as-salam juga disebut dengan akad pesanan oleh sebab itu hukum ba’I as-salam diperbolehkan dalam islam. Oleh karena itu mengapa hukum jual beli online termasuk ba’I as-salam? Karena jual beli online itu menggunakan akad pesanan dalam bisnis pada zaman sekarang yang mana penjual dan pembeli tidak bertemu secara langsung dengan hanya mentransfer uang untuk pembayaran dan menggunakan internet atau aplikasi untuk melakukan transaksi antara kedua belah pihak. Namun hendaknya menyatakan (spesifik) dalam volume jelas, takaran jelas dan waktu yang jelas dalam deskripsi boxnya.

Seiring dengan pekembangan zaman, interaksi sesama manusia guna untuk memenuhi kebutuhan hidup mengalami modifikasi yang sedemikian rupa. Yang tadinya transaksi jual beli itu hanya bisa dilakukan secara manual (barter) dengan mengahdirkan penjual dan pembeli disatu tempat dengan adanya barang dan juga disertai dengan transaksi (ijab dan qabul). Namun dengan semakin canggihnya teknologi memudahkan kita untuk memesannya melalui internet atau aplikasi yang sudah ada namun harus dengan ketentuan syariah islam karena jual beli itu atas dasar suka sama suka.

Oleh sebab itu jual beli online dalam islam diperbolehkan dengan syarat harus di beri keterangan sifat-sifat dan ciri-ciri barang yang akan di jual, kemudian jika barang tersebut sesuai dengan keterangan penjual maka sah jual belinya. Tetapi jika tidak sesuai maka pembeli mempunyai hak khiyar, artinya boleh meneruskan atau membatalkan transaksi tersebut dan mengembalikannya kepada si penjual. []

 

 

 

News Feed