oleh

Hati-hatilah dengan Doa Rakyat yang Teraniaya

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S.

Maslahat Umat | Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Ya Allah, siapa saja yang memimpin/mengurus urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah ia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka Susahkanlah dia”. (HR. Muslim no. 1828)

Penjelasan:

Hadits ini menunjukkan pembelaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada umatnya dan kepada para pejabat yang berbuat baik kepada umatnya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendoakan kebaikan bagi mereka. Betapa beruntungnya mereka.

Imam Ibnu Al Malak Rahimahullah menjelaskan makna doa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam : Yaitu sayangilah dan mudahkanlah mereka (Syarh Al Mashabih, 4/257)

Hadits ini juga menunjukkan sikap tegas Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada mereka yang menyusahkan umatnya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendoakan keburukan bagi mereka. Betapa meruginya mereka.

Imam Ibnu Al Malak Rahimahullah menerangkan makna doa buruk tersebut: Yaitu persulitlah urusan mereka (yang menyulitkan manusia) dan antarkanlah kesempitan hidup kepada mereka.  (Ibid)

Imam an Nawawi Rahimahullah mengatakan: Ini termasuk hadits yang paling tajam larangan keras mempersulit urusan manusia, dan dorongan yang paling besar dalam bersikap lembut kepada mereka, dan banyak hadits dengan makna seperti ini. (Syarh Shahih Muslim, 6/299)

Imam An Nawawi dalam Al Adzkar membuat bab berjudul: Bab BOLEHNYA doa seseorang  (dgn doa keburukan) kepada orang yang menzalimi kaum muslimin atau menzalimi dirinya seorang.

Beliau  Rahimahullah menjelaskan: “Telah jelas kebolehan hal tersebut,  berdasarkan nash-nash Al-Qur`an dan As-Sunnah. Juga berdasarkan perbuatan generasi umat Islam terdahulu (yaitu salaf) maupun generasi terkemudian (khalaf).” (Al Adzkar, 1/493) Demikian. Wallahul Musta’an!

News Feed