oleh

Gerbang Betawi Harus Menginspirasi Semangat Muhammad Al Fatih Taklukkan Konstantinopel

JAKARTA – Direktur Eksekutif Gerakan Kebangkitan Betawi (Gerbang Betawi) dr. H. Ashari melantik Pengurus Gerbang Betawi Periode 2020-2024 via zoom,  Ahad  pagi (11/10/2020).

“Abang-abang dan mpok-mpok tentu bersedia untuk dilantik menjadi pengurus Gerbang Betawi. Sudah saatnya Gerbang Betawi memimpin perubahan masyarakat Betawi. Gerbang Betawi bertekad untuk menjadi lokomotif perubahan masyarakat Betawi selaras dengan visi dan misi Gerbang Betawi,” kata dr. H. Ashari dalam Pidato Pelantikan Pengurus Gerbang Betawi.

Dikatakan dr. Ashari, secara umum, pengertian Gerbang Betawi adalah Gerakan masyarakat Betawi yang berlandaskan nilai-nilai positif budaya Betawi dan islami (rahmatan lil aalamiin), guna membangun kembali marwah Betawi dengan segala kesungguhan, fokus, saling percaya dan pantang menyerah.

“Juga beradaptasi dan bertransformasi sejalan dengan perkembangan zaman dan teknologi, sehingga memiliki kesadaran, perilaku dan komptensi yang berdaya saing dan mandiri di segala sektor kehidupan di tanah kelahirannya,” ujarnya.

Visi Gerbang Betawi adalah Masyarakat Betawi yang mampu beradaptasi dan bertransformasi di segala bidang, sesuai dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi.

Adapun Misi Gerbang Betawi adalah mendukung kebudayaan nasional yang kuat dan berakar di masyarakat, sekaligus menanamkan kesadaran terhadap pentingnya persatuan di tengah beragamnya suku bangsa yang ada di Jakarta.

Misi Gerbang Betawi selanjutnya adalah melakukan pemberdayaan masyarakat Betawi secara sosial, budaya dan ekonomi agar menjadi tuan rumah di kampungnya sendiri.

Kemudian, mengembangkan nilai-nilai sosial budaya dan kearifan lokal Betawi, sejalan dengan pembangunan ketahanan sosial dan budaya Betawi, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai luhur Betawi yang Islami, jujur dan terbuka.

“Menjadikan masyarakat Betawi sebagai kekuatan yang diperhitungkan secara intelektualitas dan profesionalitas. Membangun sumber daya manusia dan jaringan (network) kebetawian yang berkualitas agar memiliki kompetensi dan daya saing tinggi.”

Tak kalah penting, kata dr. Ashari, membangun kesadaran pentingnya mempengaruhi opini publik lewat media dan sarana komunikasi modern lainnya, termasuk yang berbasis teknologi informasi.

“Untuk itu Gerbang Betawi harus memiliki karakter kuat. Mampu secara konsisten dan berkesinambungan mengikuti perubahan zaman dan perkembangan teknologi serta pembentukan opini publik di media.”

Diharapkan ke depan Gerbang Betawi mampu menghasilkan generasi penerus yang berorientasi sebagai agen perubahan, tidak terperangkap pada kepentingan partai politik atau golongan tertentu, berfungsi sebagai learning organization.

“Mampu menjalankan peran sebagai (salah satu) benteng ketahanan sosial budaya Betawi dan mampu membiayai sendiri kegiatan-kegiatannya (tidak tergantung pada pihak lain),” tandas dr. Ashari.

Gerakan Kebangkitan Betawi dilandasi oleh 6 Prinsip Moral yaitu sebagai berikut:

Pertama, berkeyakinan penuh terhadap Islam sebagai jalan hidup utama untuk mewujudkan Indonesia yang dicita-citakan sesuai Proklamasi 17 Agustus 1945, Pancasila dan UUD 1945.

Kedua, etos kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas sebagai manifestasi kualitas pribadi yang terpercaya, benar, cerdas dan komunikatif (mau dan mampu berinteraksi serta bekerjasama dengan siapapun yang sejalan dan satu tujuan).

Ketiga, terampil dalam melahirkan, mengelola dan melaksanakan gagasan dengan terus menerus mengembangkan daya cipta (kreativitas, inovasi dan invensi) di berbagai bidang dan aspek kehidupan.

Keempat, akhlak dan kepribadian Betawi merupakan pertanda utama dalam melakukan proses perubahan yang mencerminkan kejelasan (transparan), kebertanggungjawaban (akuntabel), tanggung jawab (responsible), kemandirian (independent), dan kewajaran (fair).

Kelima, warisan leluhur masyarakat Betawi diwujudkan dalam wujud jiwa besar dan sportif dalam bermusyawarah dan bermufakat.

Keenam, Indonesia merupakan tanah air yang harus diperjuangkan dan dipertahankan kedaulatan, keutuhan, kemajuan dan marwahnya oleh masyarakat Betawi.

Oleh karena itu, Gerbang Betawi harus tetap bergerak disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid ini dan kepada abang-abang dan mpok-mpok yang membawahi dapartemen atau bidang untuk mengajukan rencana kegiatan tahun 2020, paling lambat akhir Oktober ini. Untuk menggerakan semua departemen atau bidang sesuai harapan tentu dibutuhkan dana yang besar. Gerbang Betawi sudah menyusun rencana untuk mencari dana dari berbagai sumber atau proyek.

“Semoga semua pengurus yang dilantik siap berjuang dengan ikhlas untuk memajukan Betawi dan umat. Sebagai penutup Gerbang Betawi harus menginspirasi semangat Muhammad Al Fatih dalam menaklukan Konstatinopel , disebut Al Fatih yang berarti sang penakluk,” harap dr. Ashari.

Oleh karena itu, Gerbang Betawi, kata dr. Ashari, juga harus mampu menjadi penakluk kevakuman, ketidakpedulian, kemasabodohan, pengambekan dan berubah menjadi penggerak, yaitu menjadi lokomotif perubahan masyarakat Betawi. [as]

 

News Feed