oleh

Din Syamsuddin: Pimpinan MUI Harus Diisi oleh Ulama yang Lurus dan Tidak Cinta Dunia 

JAKARTA | Maslahat Umat — Ketua Dewan Pertimbangan MUI Periode 2015-2020, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin berpesan agar Munas X MUI berjalan sesuai Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga. Jangan dilanggar karena akan mengurangi keabsahan dan mencederai marwah MUI.

“Sesuai prinsip PD & PRT lama (sebaiknya jangan diubah), sebaiknya Pemangku Amanat di MUI, baik Dewan Pimpinan maupun Dewan Pertimbangan, jangan merangkap jabatan politik di eksekutif, legislatif, dan partai politik. Perangkapan jabatan demikian akan membawa MUI mudah terkooptasi dan terkontaminasi kepentingan politik yang acapkali tidak sejalan dengan kepentingan umat Islam,” kata Din yang mantan Ketua Umum MUI 2014-2015 itu.

Dari luar arena Munas, Din berdoa dan berharap semoga MUI tetap selamat sentosa pada jalan yang benar. Dikatakan Din, Maielis Ulama Indonesia (MUI) adalah organisasi terhormat dan bermarwah karena merupakan wadah musyawarah para ulama, zuama, cendekiawan Muslim. Maka perlu diisi oleh para ulama yang penuh dgn as-shidqu (kejujuran), amanah, dan beristiqamah. Ulama lurus seperti itu hanya takut kepada Allah SWT, tidak takut kepada makhluk. Mereka cinta kepada Allah, bukan cinta kepada dunia (hubbud dunya).

“MUI ke depan perlu dipimpin oleh figur ulama yang benar-benar punya waktu sehingga dapat menjalankan tugas-tugas organisasi dengan sebaik-baiknya, yang bekerja demi Allah bukan demi dunia dan jabatan itu sendiri. Walaupun ada Hadits Nabi “jangan beri jabatan kepada yang menginginkannya”, namun dalam suasana tidak normal “serahkan saja jabatan itu kepada mereka,”  ungkap Din. (des)

News Feed