oleh

Dekat dengan Rakyat: Ormas atau Pemerintah?

Oleh: Rissa Septiani Mulyana, S.Psi | Alumnus Universitas Gunadarma

Maslahat Umat | Pembubaran FPI oleh pemerintah menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Salah satunya datang dari stand-up comedian Indonesia, Pandji Pragiwaskoro. Dalam kanal YouTube pribadinya pada 04 Januari 2021, Pandji menyatakan ketidaksetujuannya terkait pembubaran FPI sebab hal tersebut tidak menyelasaikan masalah. Pandji mengatakan bahwa FPI telah banyak berjasa dan dekat dengan rakyat. “FPI itu muncul karena dua ormas besar Islam di Indonesia gak dekat dengan rakyat,” ujarnya (depok.pikiran-rakyat.com, 2021).

Ujarannya inilah yang menyulut reaksi dari berbagai pihak. Ketua Cyber Indonesia, Muannas Alaidin, memberikan komentar melalui Twitter terkait pernyataan Pandji. Muannas mengatakan bahwa pernyataan Pandji tidak berdasar, sebab dua ormas Islam terbesar di Indonesia (re: NU dan Muhammadiyah) sesungguhnya memiliki banyak jasa terhadap Indonesia, tak sebanding bila disandingkan dengan FPI. Reaksi lain juga datang dari Ketua PSI, Tsamara Amany, yang mengatakan bahwa NU dan Muhammadiyah sangat dekat dengan rakyat, dibuktikan dengan banyaknya pesantren dan sekolah yang didirikan ormas tersebut dan berada di pemukiman masyarakat. Tsamara juga menilai bahwa NU dan Muhammadiyah memiliki hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat dibandingkan antara DPR dan rakyat.

Terlepas dari fakta tersebut, sesungguhnya kita harus jeli dalam menilai dan mendudukkan persoalan. Hal yang memancing perdebatan di atas adalah tentang ormas mana yang lebih dekat dan lebih mendengar masyarakat. Ormas yang dinilai dekat dengan rakyat adalah yang memberikan kontribusi sosial berupa bantuan materil bagi rakyat yang membutuhkan, membantu mereka yang tidak mampu, selalu ada saat masyarakat mengalami kesulitan, namun sebetulnya siapakah yang seharusnya menjalankan peran tersebut?

Kehadiran ormas dalam sistem kapitalisme memiliki ambiguitas. Dalam kapitalisme, ormas ditujukan sebagai salah satu alat pengembangan masyarakat (community development) dalam berbagai aspek. Tujuan dan fungsi ormas dalam sistem ini dinarasikan keberadaannya untuk menjembatani, memperjuangkan dan membela kepentingan rakyat dari dominasi kepentingan dan politik praktis (muslimahnews.com, 2020). Ormas telah beralih fungsi menjadi entitas yang menyediakan kebutuhan masyarakat, hal ini tersebab hilangnya negara dalam menjalankan peran tersebut. Jadi, yang dekat dengan rakyat: ormas atau pemerintah?

Ribuan ormas berupaya memberikan kontribusi terbaiknya untuk senantiasa dekat dengan rakyat padahal peran tersebut sejatinya adalah tugas yang harus ditunaikan oleh negara. Ormas bergerak di bawah bayang-bayang ‘tolong-menolong’ tanpa sadar tenaganya terkuras untuk menggantikan peran negara. Sungguh ironi potret pengurusan negara dalam sistem kapitalis yang menjadikan kepentingan para pemilik modal di atas segalanya hingga kepentingan rakyat bukanlah hal utama.

Inilah yang semestinya disadari oleh masyarakat saat ini ketika negara semakin gencar membungkam ormas-ormas yang dinilai mengancam kekuasaan. Pembubaran FPI adalah salah satu langkah yang semakin menunjukkan posisi rezim hari ini. Ini pula pokok permasalahan yang seharusnya diangkat oleh seorang influencer, yakni melakukan koreksi terhadap kebijakan penguasa dengan peran ketokohannya, bukan malah meluncurkan narasi yang justru memalingkan umat dari  akar persoalan yang terjadi.[]

 

News Feed