oleh

Dampak PSBB, Sampah di Jakarta Turun Drastis

JAKARTA | Maslahat Umat  – Pulau Jawa adalah penyumbang sampah terbanyak di Indonesia. Mayoritas datang dari kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Di DKI Jakarta saja, sampah yang dihasilkan per hari mencapai 7.700 ton.

Namun, sejak kebijakan work from home (WFH) diterapkan sebagai strategi menekan penularan virus corona, sampah yang dikumpulkan Pemprov DKI Jakarta mengalami pengurangan tonase sebanyak 620 ton per hari

Ir Suharti M A PhD selaku Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Kepemukiman Pemprov DKI Jakarta pernah mengatakan, “Jakarta menghasilkan 7.700 ton sampah setiap hari.”

Setiap hari juga, ada 250 ton sampah yang diangkut dari badan air. Jumlah tersebut, terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Dalam waktu lima tahun terakhir, jumlah sampah di DKI Jakarta bertambah sebanyak 36 persen. Suharti mengatakan, jumlah populasi menyebabkan bengkaknya sampah di Indonesia termasuk Jakarta.

Sebagai perbandingan, orang Malaysia dan Singapura rata-rata menghasilkan 1,5 kg sampah per hari. “Kalau orang Jakarta rata-rata menghasilkan 0,75 kg sampah per hari, setengahnya,” lanjutnya.

Tahun lalu, Presiden Jokowi mengeluarkan Peraturan Presiden No 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut. “Tujuannya adalah mengurangi sebesar 70 persen sampah di lautan Indonesia pada tahun 2025,” tutur Dr Ir Nani Hendiarti, M.Sc selaku Asisten Deputi IV Pengadaan Iptek Kemenko Kemaritiman dan Investasi dalam acara yang sama.

Dampak Positif Covid-19

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta mencatat, sampah di ibu kota negara berkurang drastis. Per hari, sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang berkurang rata-rata 620 ton.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI, Andono Warih, ada penurunan signifikan pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. “Terjadi penurunan tonase atau berat sampah sebesar rata-rata 620 ton per hari,” ujar Andono di Jakarta, Kamis, 9 April 2020.

Penurunan tonase sampah, utamanya terjadi di area komersial seperti hotel, mal, restoran, perkantoran, juga tempat wisata. Penurunan tonase tercatat terjadi pada 16 hingga 31 Maret 2020 atau masa awal WFH yang dibarengi Social Distancing.  Kebijakan bekerja dari rumah itu, digelar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sejak, 16 Maret 2020.

Kemudian Jumat, 10 April 2020, kebijakan diperketat lagi dengan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Andono tetap berharap masyarakat Jakarta mengurangi produksi sampah. Baik itu masa pandemi Virus Corona COVID-19 maupun tidak. (des)

News Feed