oleh

Berharap Syafaat Nabi Muhammad

Oleh: Desastian

Maslahat Umat | Setiap anak Adam berdosa. Kelak di akhirat nanti, manusia akan dibangkitkan di Padang Mahsyar untuk dihisab. Saat itu setiap orang akan mencari pertolongan untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Nasibnya akan ditentukan, masuk Surga atau Neraka. Beruntung, umat Nabi Muhammad Saw akan diberi syafaat (pertolongan) atas izin Allah.

Dalam Al Qur’an, Allah SWT berfirman: “Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa’at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong”.  (QS. Al Baqarah ayat 48).

Ulama menjelaskan, ada tiga Syafa’at (pertolongan) pada hari kiamat. Ketiga Syafa’at itu yaitu: Pertama, syafa’at Nabi Muhammad Saw. Beliau bersabda: “Setiap Nabi mempunyai doa yang mustajabah, maka setiap Nabi doanya dikabulkan segera. Sedangkan saya menyimpan doaku untuk memberikan syafaat kepada umatku di hari kiamat. Syafaat itu insya Allah diperoleh umatku yang meninggal tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun”. (HR Imam Muslim, Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, dan Imam Ahmad)

Dalam hadis lain, dari Anas radhialahu ‘anhu (RA), Nabi Muhammad SAW bersabda: “Saya adalah orang yang pertama kali memberikan syafaat di surga, dan saya adalah Nabi yang paling banyak pengikutnya”. (HR Imam Muslim).

Dari Jabir RA berkata, “Apakah kamu pernah mendengar tentang kedudukan Nabi Muhammad SAW? Sesungguhnya kedudukan Nabi Muhammad SAW yang terpuji akan mengeluarkan siapa saja yang akan dikeluarkan dari neraka lantaran syafaat beliau SAW”. (Syu’abul Iman, Imam Baihaqi)

Kedua, Syafa’at Al-Qur’an. Beruntunglah orang yang memuliakan Al-Qur’an, sebab Al-Qur’an datang memberi syafa’at pada hari Kiamat. Al-Qur’an akan menolong para pembacanya, para penghafal dan orang-orang yang megamalkannya. Nabi Muhamad SAW bersabda: “Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya”. (HR Muslim)

Ketiga, Syafa’at teman-teman saleh. Rasulullah SAW mengatakan saudara yang baik dan teman-teman saleh akan menjadi syafa’at (penolong) di Yaumil Akhir. Karena itu perbaikilah hubungan dengan saudara, kerabat, dan perbanyaklah teman yang saleh.

Seseorang yang seharusnya ke neraka , tapi karena syafaat orang-orang beriman, Allah mengeluarkan orang tersebut dari neraka. Nabi SAW bersabda: “Setiap orang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai.” (HR. Bukhari, Muslim).

Imam Hasan Al-Bashri berkata: “Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat.”

Ibnul Qayyim dalam risalahnya menjelaskan tentang syafaat yang dimiliki Rasulullah SAW. Setiap kaum yang berkumpul di Padang Mahsyar, mendatangi nabi-nabi mereka, seperti Nabi Adam as, Nabi Nuh as, Nabi Ibrahim, Nabi Musa as, dan Nabi Isa as. Namun, tiap nabi itu menolak hingga sampailah pada Nabi Muhammad SAW. Karena hanya Nabi Muhammad SAW yang dapat memberi syafaat. Seluruh nabi dan rasul selain Muhammad Saw tak mampu melakukannya.

Mereka mendatangi Nabi Saw, lalu mengatakan, “Wahai Muhammad, engkau adalah Rasul Allah, dan Nabi yang terakhir, dan Allah telah mengampuni dosamu yang telah lewat dan yang akan datang, maka berilah kami syafaat kepada Tuhanmu! Tidakkah kamu melihat keadaan kami sekarang? Tidakkah kamu melihat sesuatu yang telah sampai kepada kami?’.

Adapun syafaat Rasulullah SAW diperuntukkan bagi orang-orang beriman yang melakukan maksiat saat hidup di dunia, tapi masih ada iman tauhidmya kepada Allah. Lalu Nabi SAW memohonkan syafaat kepada Allah Yang Maha Pengampun untuk mengampuni dosa-dosa mereka.

Dalam QS al-An’aam ayat 51 , Allah SWT berfirman: “Peringatkanlah dengannya (Alquran) itu orang yang takut akan dikumpulkan menghadap Tuhannya (pada Hari Kiamat), tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah, agar mereka bertakwa.”

Syafaat Nabi Muhammad SAW juga diberikan kepada  anggota keluarganya yang meninggal dalam keadaan non-Muslim. Sebagai contoh, Abu Thalib. Dialah paman Nabi SAW yang dengan penuh kasih-sayang terus melindungi dan merawat beliau sejak kecil. Namun, ia meninggal dalam keadaan kafir.

Dengan syafaat Rasulullah SAW, azab yang kelak ditimpakan kepada Abu Thalib akan diringankan azabnya. “Penduduk neraka yang paling ringan siksanya adalah Abu Thalib. Dia diberi dua sandal yang menyebabkan otaknya mendidih” (HR. Ahmad).

Hadits Nabi

Banyak hadits yang menjelaskan tentang syafaat Nabi Muhammmad Saw.  Diriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Syafaatku untuk umatku yang ahli dosa besar”. (HR. Imam Abu Dawud, Imam Tirmidzi, Imam Ahmad, Imam Hakim).

Dalam hadits yang lain, Rasulullah SAW bersabda:  “Setiap Nabi mempunyai doa yang mustajabah, maka setiap Nabi doanya dikabulkan segera, sedangkan saya menyimpan doaku untuk memberikan syafaat kepada umatku di hari kiamat. Syafaat itu insya Allah diperoleh umatku yang meninggal tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun”.  (HR. Imam Muslim, Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, dan Imam Ahmad).

Syafaat itu tidak ada gunanya bagi orang-orang musyrik, mereka itu dihapuskan oleh Allah dari syafaatnya orang-orang yang bisa memberikan syafaat, karena mereka itu orang-orang kafir. Seperti sabda Rasulullah SAW: “Telah datang kepadaku malaikat dari sisi Tuhanku Azza wa Jalla, lalu memberikan pilihan kepadaku: antara separuh umatku akan dimasukkan surga atau syafaat. Maka saya memilih syafaat, dan syafaat ini untuk orang yang meninggal tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun”.(HR. Imam Tirmidzi, Imam Ahmad dan Imam Ibnu Hibban).

Diriwayatkan dari Imran bin Husain ra., Nabi SAW bersabda: “Ada satu kaum akan keluar dari neraka lantaran syafaat Muhammad, lalu mereka masuk surga”.(Hadis riwayat Imam Bukhari, Imam Abu Dawud, dan Imam Thabrani).

Selanjutnya, diriwayatkan dari Jabir ra. berkata: ”Apakah kamu pernah mendengar tentang kedudukan Nabi Muhammad SAW? Sesungguhnya kedudukan Nabi Muhammad SAW yang terpuji akan mengeluarkan siapa saja yang akan dikeluarkan dari neraka lantaran syafaat beliau SAW. (Syu’abul Iman, Imam Baihaqi).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. berkata: ”…Orang yang paling bahagia dengan syafaatku di hari kiamat adalah orang yang mengucapkan, “Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasulullah” dengan tulus dari  hatinya atau jiwanya”.( HR. Imam Bukhari dan Imam Ahmad).

Maka, janganlah sekali-kali kalian mencela, menghina dan menyakiti Nabi Muhammad Saw. Kerena Rasulullah Saw lah yang akan memberikan syafaat di  akhirat kelak, tatkala manusia berkeringat dan bersusah payah mencari pertolongan. Saat itu, amal baik-buruk manusia dihisab, diperhitungkan dan dimintai pertanggungjawabannya di Padang Mahsyar.[]

News Feed