oleh

Apakah Boleh Hidup Kaya Raya dalam Islam?

Disuh oleh : Ustadz : Faisal Kunhi MA.

Maslahat Umat | Ustadz, ingin bertanya. Bagaimana kedudukan hadist: Dari Anas Radhiyallahu Rasulullah bersabda, “Ya Allah, hidupkan saya dalam keadaan miskin dan wafatkan saya dalam keadaan miskin dan kumpulkan saya bersama orang-orang miskin di hari kiamat nanti.”

Jawaban

Bismillah wal Hamdulillah. “Hidupkan saya dalam keadaan miskin”, artinya hidupkan saya dalam keadaan khusyu dan tawadhu, tetapi lafazhnya tidak.

Yang jelas Islam tidak menganjurkan umatnya untuk hidup dalam keadaan miskin karena tidak ada di dalam Al Quran ayat yang memerintahkan kita untuk meminta, tetapi yang ada adalah memberi walau dalam kedaaan sulit.

Allah berfirman: “Yaitu orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit.” (QS Ali Imran : 134)

Di dalam Islam ada syariat zakat dan haji; ini juga tanda bahwa Islam memerintahkan kita untuk menjadi orang yang kaya, walaupun menjadi menjadi orang yang miskin itu bukan sebuah kehinaan.

Ada hadits yang menyatakan bahwa: “Orang-orang faqir kaum Muslimin akan memasuki surga sebelum orang-orang kaya (dari kalangan kaum Muslimin) selama setengah hari, yaitu lima ratus tahun.” (Hadits hasan shahîh, HR At-Tirmidzi No. 2353, 2354 dan HR Ibnu Majah No. 4122)

Hal ini disebabkan karena hartanya sedikit sehingga wajar jika hisabnya sebentar, sedangkan orang kaya wajar jika hisabnya lama karena hartanya berlimpah, tetapi orang kaya derajatnya lebih tinggi di surga dari orang miskin jika ia dermawan dengan hartanya.

Harta di dalam Al Quran disebut “al khair” (kebaikan); lihat dalam surat Al ‘Adiyat ayat 8; itu artinya semakin banyak semakin baik, selama ia mendapatkannya dari jalan yang halal dan membelanjakannya di jalan yang diridhai Allah serta tidak pelit dalam mensedekahkannya.

Dipersembahkan oleh : www.manis.id

News Feed